Covid-19 di Singapura Capai 40.000 Kasus, Korban Meninggal 25 Orang

Minggu, 14 Juni 2020, 20:00 WIB Last Updated 2020-06-14T13:00:03Z


(ilustrasi)

Singapura, fajarharapan.id - Jumlah kasus Covid-19 di Singapura mencapai angka 40.000 pada Sabtu (13/6/2020). 
Total kasus virus corona itu dicatatkan usai terjadi penambahan 347 kasus baru hingga Sabtu siang. Dilansir dari Channel News Asia, dari 347 kasus baru itu 5 di antaranya ditemukan di kalangan warga Singapura. Sebanyak dua orang adalah penduduk tetap Negeri "Singa", dan tiga orang merupakan pemegang izin kerja. 

Demikian yang diungkap Kementerian Kesehatan Singapura (MOH). Kemudian sisanya adalah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing. Tambahan kasus-kasus baru itu membuat jumlah total kasus virus corona di Singapura menjadi 40.197, hingga Sabtu malam WIB menurut data dari Worldometers. 

Kementerian Kesehatan Singapura pada Kamis (11/6/2020) mengatakan, seorang pria yang meninggal awal pekan ini karena penyakit jantung juga mengidap Covid-19. Pria itu adalah orang kedelapan yang menderita Covid-19 dan meninggal, tetapi tidak ditambahkan ke angka resmi kematian, karena kematiannya bukan disebabkan oleh virus corona. 

Dengan demikian, korban jiwa Covid-19 di Singapura tetap 25 orang. Baca juga: Restoran Singapura Tuai Kontroversi gara-gara Nasi Ambeng, Ada Apa? Tychan sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura pada Rabu (10/6/2020) mengumumkan, mereka akan memulai uji klinis obat Covid-19 minggu depan pada manusia. 

Obat ini ditujukan untuk memperlambat perkembangan Covid-19 pada pasien. Perawatan itu akan membantu pasien pulih lebih cepat dan memberikan perlindungan sementara dari virus corona, demikian keterangan dari Tychan. 

Secara terpisah, remdesivir sebagai obat Covid-19 juga telah diberikan persetujuan bersyarat oleh Otoritas Ilmu Kesehatan, untuk diberikan kepada pasien Covid-19 di Singapura yang dalam kondisi parah sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Obat itu pertama kali diciptakan untuk mengobati ebola, dan telah digunakan sebagai bagian dari uji klinis di Singapura untuk pasien Covid-19. Dokter-dokter sekarang diperbolehkan memakai remdesivir untuk mengobati pasien Covid-19 dewasa, yang membutuhkan oksigen tambahan atau memerlukan bantuan pernapasan lebih intensif, seperti penggunaan ventilator atau alat-alat penunjang kehidupan lainnya. Pasien yang memiliki kadar saturasi oksigen 94 persen atau kurang juga dapat diberikan obat antivirus. (*)



Terkini

Hukrim

+