Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BPOM: Dexamethasone Obat Keras, Harus dengan Resep Dokter

Sabtu, 20 Juni 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-06-20T06:00:15Z
(Dexamethasone)

Jakarta, fajarharapan.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) menegaskan bahwa Dexamethasone tidak dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19. 

Hal itu disampaikan melalui penjelasan tertulis melalui laman resmi Badan POM, pom.go.id. "Dexamethasone tidak dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19," demikian pernyataan Badan POM. 

Badan POM juga menegaskan bahwa dexamethasone golongan steroid dan merupakan obat keras yang terdaftar di Badan POM. Pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter. 

Penggunaan dexamethasone tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping yang beragam. Efek samping itu di antaranya menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan tekanan darah, diabetes, moon face dan masking effect serta efek samping lainnya yang berbahaya. 

"Badan POM terus memantau dan menindaklanjuti hasil lebih lanjut terkait penelitian ini serta informasi terkait penggunan obat untuk penanganan Covid-19 dengan melakukan komunikasi dengan profesi kesehatan terkait seperti WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain," kata Badan POM. 

Oleh karena itu, Badan POM meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat dexamethasone dan steroid lainnya secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online. Penjualan obat dexamethasone dan steroid lainnya, termasuk melalui online tanpa ada resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Badan POM juga menegaskan, hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk Covid-19 atau virus corona. Walaupun ada beberapa obat telah dipergunakan untuk penanganan Covid-19 sebagai obat uji. 

Hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan Dexamethasone menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien Covid-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen. 

"Obat ini tidak bermanfaat untuk kasus Covid-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit," demikian Badan POM. Sebelumnya, para ahli yang dipimpin oleh tim Oxford University mengungkap temuan awal yang menunjukkan bahwa dexamethasone berhasil mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah, Selasa (16/5/2020). 

"Dexamethasone adalah obat pertama yang terbukti meningkatkan harapan hidup pasien Covid-19. Hasil ini sangat disambut baik," kata Peter Horby, profesor Emerging Infectious Diseases di Departemen Kedokteran Nuffield, Oxford University sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Dexamethasone merupakan obat anti-inflamasi, yakni obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan sehingga meredakan nyeri dan menurunkan demam. Sebelum dexamethasone, sejumlah perusahaan juga diketahui tengah mengembangkan obat yang diklaim efektif menyembuhkan corona. (*)



×
Berita Terbaru Update