Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Arab Saudi Cabut Lockdown, Ibadah Haji Belum Dipastikan

Selasa, 23 Juni 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-06-23T06:00:04Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Arab Saudi memutuskan mencabut kebijakan penguncian wilayah (lockdown) yang dilakukan selama 74 hari sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (Covid-19) pada Minggu (21/6/2020) kemarin.

Sektor ekonomi seperti jasa penata rambut, tukang cukur, dan pertokoan juga sudah dibuka kembali. Perkantoran, masjid, kafe, restoran, bioskop, dan pusat kebugaran juga telah diizinkan beroperasi.
Situasi jalanan di kota Jeddah sudah kembali ramai sejak pukul 06.00 waktu setempat, di mana masyarakat keluar rumah untuk berbelanja.

Kafe dan restoran di Jalan Tahlia, Jeddah, kembali dipenuhi pengunjung dan meja-meja ditata dengan jarak berjauhan. Para pelayan mengenakan masker dan sarung tangan.

Mereka menawarkan pembersih tangan kepada pelanggan dan memeriksa suhu tubuh pengunjung sebelum diperbolehkan masuk.

Selain itu, pusat kebugaran dan klub kesehatan kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan

"Banyak pelanggan (berkunjung) di hari pertama pembukaan kembali pada Minggu pagi," kata penata rambut asal Turki, Hussain Jovalan, kepada The National di salonnya di distrik kota Salama.

Merasa kewalahan, Jovalan mengatakan ia menyuruh para pelanggannya yang tidak sempat ia layani untuk mengunjungi salon lain atau membuat janji temu di lain hari. Dia senang bisa kembali menerima pelanggan.
Sejak Maret lalu, Arab Saudi menerapkan lockdown dan jam malam bagi warga. Mekah adalah satu-satunya provinsi yang ditutup 24 jam selama Ramadan dan tetap berada di bawah jam malam sejak Idulfitri, dari pukul 15.00 hingga 06.00.

Meski demikian sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi tentang pelaksanaan haji.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memperpanjang penangguhan umrah dan penerbangan internasional hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Semua orang tetap diminta mematuhi aturan untuk membatasi penyebaran virus corona.

Penangguhan ibadah umrah yang dimulai sejak akhir Februari dan penutupan penerbangan internasional telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pemerintah setempat tidak akan menyelenggarakan ibadah haji untuk tahun ini sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Jika ibadah haji kembali dilanjutkan, maka akan dimulai pada 28 Juli. (*)


×
Berita Terbaru Update