Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Akhir Pekan, Rupiah Melemah ke Rp14.100 per Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-06-20T02:00:02Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.100 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (19/6/2020) sore. Posisi tersebut melemah 0,16 persen dibandingkan perdagangan Kamis (18/6/2020) sore di level Rp14.077 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.242 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi kemarin yakni Rp14.186 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen,dolar Taiwan menguat 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,19 persen, yuan China menguat 0,20 persen, ringgit Malaysia menguat 0,03 persen, dan baht Thailand menguat 0,31 persen.

Sementara itu, mata uang won Korea Selatan melemah 0,14 persen diikuti dengan rupee India yang melemah 0,06 persen. Adapun dolar Hong Kong masih terpantau stagnan.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga berotot di hadapan dolar. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dolar Kanada menguat 0,11 persen, dan franc Swiss menguat 0,14 persen. Adapun dolar Australia terpantau lesu dengan pelemahan 0,16 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah terlihat anomali dibandingkan harga aset-aset berisiko Asia yang menguat hari ini.

"Aset berisiko lainnya positif karena masih memfaktorkan potensi pemulihan ekonomi akibat pembukaan ekonomi kembali dan stimulus besar bank sentral," ujarnya Jumat (19/6/2020).

Faktor lainnya, kata dia, bisa jadi karena pasar masih mengkhawatirkan kasus wabah yang masih meninggi di Indonesia. Seperti diketahui, per hari ini terjadi penambahan kasus sebanyak 1.041 kasus sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Atau mungkin cuma aksi teknikal biasa karena pergerakan rupiah sedang konsolidasi," pungkas Ariston. (*)

×
Berita Terbaru Update