Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

WHO Rilis Pedoman Kegiatan Massal

Minggu, 31 Mei 2020 | 13:10 WIB Last Updated 2020-05-31T09:45:33Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan pedoman baru untuk melaksanakan kegiatan pertemuan secara massal di tengah pandemi virus corona (covid-19) saat ini.

Panduan ini juga berisikan rekomendasi terhadap sejumlah penyesuaian terhadap aktivitas besar yang dilakukan di luar ruangan.

"Dalam konteks covid-19, pertemuan massal adalah kegiatan yang dapat memperkuat transmisi virus dan berpotensi untuk mengganggu kapasitas respons suatu negara," tulis isi pedoman, Minggu (31/5/2020).
Pedoman baru itu di antaranya merekomendasikan pembatasan kehadiran bagi orang sehat pada kegiatan-kegiatan pertemuan di luar rumah. Hal itu disebutkan dapat membantu untuk membatasi penyebaran virus tersebut.
Meski demikian, WHO tak memungkiri bahwa kegiatan-kegiatan secara massal itu juga dapat memberikan manfaat selama pandemi saat ini. Misalnya, demi ketersediaan lapangan pekerjaan dan juga peningkatan psikologis selama pandemi.

"Karena pertemuan massal memiliki implikasi pada politik, budaya, sosial, dan ekonomi yang substansial, maka pihak berwenang harus menilai seberapa penting peristiwa itu dan mempertimbangkan opsi yang mungkin terjadi," tulis pedoman itu.

Dalam hal ini, penyelenggara kegiatan diminta untuk dapat memitigasi dan juga menangani setiap risiko kesehatan masyarakat yang dapat terjadi.

WHO pun meminta agar pemerintah dan juga penyelenggara kegiatan untuk dapat melakukan penilaian risiko sebelum kegiatan secara massal itu terselenggara. Langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh penyelenggara apabila kegiatan secara massal dilakukan pun harus disertakan dalam penilaian tersebut.
Misalnya, seperti kedatangan peserta yang tidak diperkirakan, peningkatan laju transportasi, penentuan tempat duduk, kapasitas venue yang disesuaikan, dan juga kegiatan yang diadakan secara virtual atau dilakukan di luar ruangan.

Beberapa rekomendasi lain pun, berfokus pada kegiatan peserta untuk saling menjaga jarak fisik, memperhatikan etika saat batuk, dan memperhatikan kebersihan tangan selama kegiatan.

Kemudian, penyelenggara kegiatan dapat menyarankan orang yang berusia di atas 65 tahun sehingga berisiko terjangkit penyakit-penyakit kronis, atau dengan kondisi medis yang sudah ditentukan agar menjauhi kerumunan dalam kegiatan. Serta juga, aturan itu pun merekomendasikan untuk dibuatnya aturan khusus bagi pihak-pihak yang rawan terjangkit penyakit sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Dalam hal ini, sejumlah rekomendasi WHO itu pun mencakup tindakan-tindakan lain seperti pembatasan durasi kegiatan, penyediaan fasilitas isolasi bagi peserta yang sakit. (*)
×
Berita Terbaru Update