Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Vaksin Covid 19 yang Dikembangkan China Masuki Tahap Uji Klinis

Rabu, 06 Mei 2020 | 17:00 WIB Last Updated 2020-05-06T10:00:00Z
(ilustrasi)

China, fajarharapan.com - Tiga vaksin untuk virus Corona atau COVID-19 yang dikembangkan China, saat ini tengah memasuki tahapan uji klinis. 

Bahkan salah satunya telah mulai uji klinis fase kedua, yakni vaksin vektor adenovirus.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian kepada para wartawan hari ini. Xiao mengatakan bahwa vaksin sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian pandemi.

"Pada awal pandemi COVID-19, Tiongkok sudah menempatkan pengembangan vaksin sebagai salah satu tugas utama, dan menetapkan lima rute teknis (vaksin tidak aktif, vaksin asam nukleat, vaksin protein rekombinan, vaksin vektor adenovirus, dan vaksin menggunakan virus influenza yang dilemahkan sebagai vektor)," kata Xiao dalam konferensi pers virtual Kedubes China di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Xiao menyebutkan, saat ini ada tiga vaksin yang memasuki tahapan uji klinis, dan salah satunya telah mulai uji klinis fase kedua (vaksin vektor adenovirus yang dikembangkan tim akademisi Chen Wei). Rute lainnya juga dipercepat.

"Pengembangan vaksin merupakan proyek sistematis. Tiongkok sedang bekerjasama dengan Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan negara-negara lain, semoga penelitian dan pengembangan vaksin berhasil. 

Meskipun tugas pengembangan mendesak, karena vaksin adalah produk spesial yang digunakan oleh orang sehat, keamanan selalu diprioritaskan," tutur Xiao.

Xiao menegaskan, Tiongkok akan terus mengikuti hukum terkait, secara ilmiah, standar memajukan pengembangan vaksin sesuai persyaratan teknis. "Apakah itu akan berhasil, dan kapan vaksin bisa masuk pasar mesti ditentukan oleh ilmuwan berdasarkan situasi penelitian dan pengembangan," ujarnya.

Xiao pun mengatakan bahwa China membuka kerja sama dengan negara-negara lain dalam penelitian dan pengembangan vaksin. 

Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20, Presiden Xi Jinping menyatakan China bersedia mengembangkan obat-obatan dan vaksin bersama negara lain.

Sementara itu, pada KTT Luar Biasa ASEAN Plus Three Melawan COVID-19, Perdana Menteri Li Keqiang mengimbau agar negara-negara berbagi data dan informasi penelitian ilmiah, serta aktif dalam bekerja sama untuk pengembangan obat-obatan dan vaksin sebagaimana dikutip pada detik.com.

"Tiongkok bersedia berkomunikasi dengan Indonesia dalam pengembangan vaksin bersama," tandas Xiao. (*)


×
Berita Terbaru Update