Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Petugas Kesehatan RSUD Sei Dareh Kabupaten Dharmasraya Dikarantina, Sebanyak 13 Orang

Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:23 WIB Last Updated 2020-05-09T11:32:52Z
Ilustrasi petugas kesehatan Covid-19 

Dharmasraya, fajarharapan.id - Sebanyak 13 orang perawat dan bidan RSUD Sei Dareh Dharmasraya harus menjalani karantina selama 14 hari, karena telah melakukan operasi melahirkan kepada seorang ibu hamil yang ternyata adalah pasien PDP Covid-19.

Para perawat dan bidan tersebut sudah diambil samplenya untuk dilakukan Swab Test yang akan dikirim ke Labor Universitas Andalas, Padang. Kejadian ini terjadi karena operasi mendadak dan operasi sudah dilakukan di ruangan kebidanan RSUD Sei Dareh, usut punya usut ternyata pasien kebidanan ini adalah PDP Covid-19.

Karena kejadian ini, untuk sementara ruangan kebidanan RSUD Sei Dareh ditutup, sambil menunggu hasil Swab Test 13 orang perawat dan bidan keluar mereka terus dikarantina. Tempat karantina pun jauh dari pemukiman warga, semua itu adalah bentuk kewaspadaan dari pihak kesehatan Dharmasraya.

"Sebenarnya ada seorang dokter kami yang harus menjalani karantina, namun beliau sudah lebih awal mengambil keputusan untuk menjalani karantina mandiri, di rumah dia sendiri, " ungkap Humas RSUD Sei Dareh.

Ini kasus pertama di Dharmasraya yang melibatkan petugas kesehatan harus dikarantina, Humas RSUD Sei Dareh berharap seluruh petugas kesehatan ini negatif hasil Swab Testnya. 

"Semoga petugas-petugas kesehatan ini bisa kembali ke RSUD untuk menjadi garda terdepan Covid-19, semoga mereka negatif hasil Swab Testnya." Tutur Milana Gafar, Humas RSUD Sei Dareh. (Senan)
×
Berita Terbaru Update