Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MotoGP 2020 Batal akibat Pandemi Covid 19

Jumat, 08 Mei 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-05-08T02:00:01Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.com - Presiden Asosiasi Tim Balap Motor Internasioanl (IRTA) Herve Poncharal mengakui sulit menggelar MotoGP di tengah pandemi virus Corona. 

Kalaupun ada, balapan harus melakukan banyak perubahan.
"Sepuluh hari lalu, jika kalian tanya saya apakah kita bisa menggelar MotoGP pada Juli, maka kalian hanya bermimpi. 

Tapi sekarang itu menjadi sesuatu yang tak lagi mustahil," Poncharal dilansir dari laman resmi MotoGP.

Sebelumnya dilaporkan, penggerak MotoGP berencana memulai kalender balapan pada akhir Juli. Rencananya, balapan bakal digelar tertutup.

Mengenai kapan dan di mana sesi balapan pertama, hal itu masih digodok oleh operator MotoGP. Poncharal juga mengatakan bahwa Juli atau Agustus menjadi waktu yang cocok, hanya hingga detik ini, belum ada kesepakatan.

"Ada banyak skenario, yang paling pahit adalah meniadakan musim ini. Jikalau isolasi atau karantina menunjukkan hasil, tetap saja masih jauh dari kejelasan," ungkapnya lagi.

"Skenario tanpa penonton, membayangkannya saja saya tidak bisa. Sebab, kalian para penggemar adalah inti dari olahraga ini. Kalau kalian diminta memilih, pasti akan memilih opsi ini," tambah Poncharal.

Jika MotoGP digelar tanpa penonton, akan ada banyak perubahan, dimulai dari mengurangi jumlah staf.

Umumnya, terdapat sekitar 3.000 staf yang terlibat dalam satu sesi balapan. Jika tertutup, maka jumlah itu akan dipangkas hingga lebih dari setengahnya.

"Kita mungkin harus tinggal di sirkuit yang sama selama dua pekan. Lalu, karena paddock tak terlalu padat, pembalap dan orang-orang yang terlibat langsung untuk tidur di sana," tukas Poncharal.

Hal yang rumit lalu datang terkait sponsor. MotoGP dan seluruh timnya sangat bergantung pada pemasukan dari sponsor, dan sponsor datangnya dari publikasi media.

Masalahnya, pembatasan akibat virus corona bisa berimbas pada siapa atau berapa jumlah jurnalis dan media yang diperbolehkan meliput sebagaimana dikutip pada liputan6.com.

"Siapa yang akan menentukan media mana yang berhak? Kalau ada media yang tidak senang, ini bisa berakibat buruk buat citra MotoGP," katanya lagi. (*)

×
Berita Terbaru Update