Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masuk Klaster Gowa, 12 Warga Dharmasraya Positif Covid 19

Selasa, 05 Mei 2020 | 05:00 WIB Last Updated 2020-05-04T22:00:07Z
(ilustrasi)
Dharmasraya, fajarharapan.com - Sebanyak 12 warga Dharmasraya, Sumatra Barat, positif terinfeksi virus corona sepulang dari Gowa, Sulawesi Selatan usai mengikuti Ijtima Ulama Dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian menyebut ke-12 pasien tersebut semuanya laki-laki dengan beragam profesi, mulai dari petani, wiraswasta hingga pedagang. Mereka warga Kecamatan Koto baru, Kecamatan Asam Jujuhan, Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Tiumang, dan Kecamatan Koto Besar.

"Hasil tes PCR-nya keluar (positif) di tanggal yang berbeda karena tanggal pengiriman sampelnya tidak sama. Ada yang hasil tesnya keluar pada 16 April, 18 April, 26 April, dan hasil terbaru keluar pada 1 Mei, 7 pasien," ujarnya, Senin (4/5/2020).
Ke-12 warga itu, kata Rahmadian, berangkat ke Gowa untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2020 yang mulanya direncanakan digelar 19 hingga 22 Maret 2020 di Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka berangkat pada 17 dan 18 Maret dengan jumlah total 86 orang dan pulang pada tanggal yang berbeda.

"Suhu tubuh mereka yang pulang dari Gowa itu rata-rata sekitar 38 derajat celcius, mengalami batuk, sakit kepala, sakit perut, mual, diare, letih, dan nyeri otot," ucapnya.

Rahmadian kemudian meminta petugas kesehatan melacak orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan 12 pasien itu, terutama anggota keluarga mereka. Dinas Kesehatan Dharmasrayat telah mengirimkan sampel swab anggota keluarga 12 pasien yang positif itu dan hasilnya negatif.

Sementara itu satu warga yang tertular dari salah satu dari 12 orang itu, kata Rahmadian, merupakan laki-laki berusia 64 tahun, karyawan swasta, warga Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar. Ia dinyatakan positif pada 18 April.

Rahmadian mengatakan bahwa hampir semua pasien positif itu diisolasi di berbagai tempat isolasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Ada beberapa orang yang tidak mau diisolasi karena memilih isolasi mandiri di rumah.

Sejauh ini, kata Rahmadian, pihaknya mengirimkan 103 sampel ke Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Dari 103 sampel itu, 12 sampel positif, 61 sampel negatif, 29 sampel belum keluar hasilnya.

Sebelumnya pihaknya melakukan rapid test terhadap 204 orang. Sebanyak 38 orang di antaranya positif. Sampel 38 orang itu dikirim ke laboratorium Universitas Andalas untuk dites PCR.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Doni Monardo telah menyebut Ijtima Gowa merupakan klaster yang harus diwaspadai bisa menjadi episentrum penyebaran wabah Covid-19 sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Klaster yang diwaspadai menjadi epistentrum yakni Gowa, Jamaah tabligh dan pabrik," kata Doni saat melakukan konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2020). (*)

×
Berita Terbaru Update