Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lockdown Dilonggarkan, Sekolah di Prancis Mulai Dibuka

Rabu, 13 Mei 2020 | 17:00 WIB Last Updated 2020-05-13T10:00:00Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Prancis mulai mengizinkan sekolah untuk dibuka kembali dan memulai aktivitas belajar mengajar pada Selasa (12/5/2020). Pembukaan sekolah ini merupakan bagian dari pelonggaran aturan penguncian wilayah (lockdown) akibat virus corona yang diberlakukan pemerintah.

Semua guru dan staf pengajar sekolah dasar dan taman kanak-kanak diharuskan mengenakan masker. Sementara kursi anak-anak diharuskan diatur ulang sehingga ada jarak untuk menghindari potensi penyebaran penyakit.

Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer mengatakan pembukaan sekolah dasar dan TK dilakukan di seluruh negara. Nantinya secara bertahap mulai pekan depan sekolah menengah dan perguruan tinggi akan menyusul dibuka.
Di sisi lain, untuk mengatasi kekhawatiran orang tua adanya potensi penularan virus di sekolah, pemerintah juga memberi pilihan jika anak-anak tetap berada di rumah atau mau mulai belajar di kelas.

Kepala sekolah taman kanak-kanak di Rennes, Gregory Bouvier mengatakan kebijakan yang dilakukan pemerintah seiring dengan dimulainya aktivitas belajar terkesan surealis.

"Itu (aturan pemerintah) bukan bagian dari DNA sekolah TK supaya anak-anak menjaga jarak satu sama lain di meja mereka dan tidak dapat berbagi berbagai hal," ujar Bouvier.
Pembukaan kembali sekolah menuai kritik dari banyak pihak, termasuk ilmuwan, serikat pekerja, dan anggota parlemen.

Prancis pada Senin (11/5/2020) mulai melonggarkan kebijakan lockdown dengan mengizinkan warganya keluar rumah. Namun, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengaku tidak senang dengan perilaku tidak bertanggung jawab warga dan memerintahkan pihak berwenang untuk melarang konsumsi alkohol di daerah tertentu.

"Keberhasilan lockdown tergantung pada kehati-hatian dan ketertiban warga," tulis Castaner di Twitter sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
Pemerintah memperingatkan kebijakan lockdown bisa kembali diberlakukan jika jumlah kasus dan angka kematian kembali meningkat.

Pemerintah Prancis membagi daerah-daerah menjadi zona hijau dan merah saat memasuki masa pelonggaran lockdown. Paris dan sejumlah daerah yang masuk zona merah memiliki pelonggaran yang lebih terbatas dibandingkan daerah lain di zona hijau. (*)

×
Berita Terbaru Update