Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Harga Emas Antam Turun, Rp913 Ribu per Gram

Selasa, 05 Mei 2020 | 20:00 WIB Last Updated 2020-05-05T13:00:00Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp913 ribu per gram pada Selasa (5/5/2020) atau turun Rp1.000 dari Rp914 ribu per gram pada Senin (4/5/2020). Harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 per gram dari Rp813 ribu menjadi Rp812 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp481 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,64 juta, 5 gram Rp4,3 juta, 10 gram Rp8,7 juta, 25 gram Rp21,65 juta, dan 50 gram Rp43,23 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,7 juta, 250 gram Rp216,5 juta, 500 gram Rp432,8 juta, dan 1 kilogram Rp865,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.705,7 per troy ons atau turun 0,44 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,01 persen ke US$1.700,19 per troy ons pada pagi ini.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional bisa sedikit menguat berkat sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap perang dagang. Proyeksinya, harga emas berpotensi bergerak di atas US$1.700an sampai US$1.800 per troy ons pada sepekan ini.

Ia mengatakan sentimen kekhawatiran muncul dari pelaku pasar karena adanya ketegangan yang muncul di antara Amerika Serikat dan China. Awalnya, Presiden AS Donald Trump menganggap Wuhan sebagai penyebab penyebaran virus corona yang disengaja.

"Sekarang virus corona menyebar di seluruh dunia dan yang paling dirugikan adalah Amerika Serikat sehingga harus lockdown. Sentimen ini mengangkat emas menjadi pilihan utama safe haven," ujarnya, Selasa (5/5/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Ibrahim menjelaskan setelah corona, AS akan menaikkan tarif dalam perang dagang. Ini akan membantu penguatan harga emas.

"Sempat koreksi, tapi wajar karena sudah melampaui titik tertingginya," pungkasnya. (*)

×
Berita Terbaru Update