Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Guspardi Serukan Tolak Kedatangan 500 TKA China

Minggu, 03 Mei 2020 | 16:19 WIB Last Updated 2020-05-03T09:19:16Z

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si



Jakarta, Fajarharapan.com-Rencana pemerintah mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China ke Sulawesi Tenggara (Sultra ) mendapatkan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur dan DPRD Sultra satu suara menolak kedatangan 500 TKA asal China yang rencananya datang mulai pekan ini secara bertahap yang akan bekerja di salah satu pabrik smelter yang ada di Sultra.

"Kita prihatin dan merasa ada yang janggal dengan kebijakan pemerintah pusat yang terkesan memaksakan rencana mendatangkan 500 TKA China ke Sultra. Padahal Pemprov Sultra dan masyarakatnya jelas-jelas menolak kedatangan para TKA China tersebut," kata Anggota DPR dari Fraksi PAN, H. Guspardi Gaus, Minggu  (3/5).

Saat ini, katanya, Indonesia dihadapkan dengan penanganan wabah virus Corona. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan Keppres nomor 12/2020 yang menetapkan penyebaran virus Corona ini sebagai
bencana Nasional. Dampak Corona telah meluluhlantakkan ekonomi masyarakat dan pengusaha dihampir semua sektor usaha sehingga terjadi PHK dimana-mana.

Hal ini, sebut mantan dosen IAIN (UIN) Imam Bonjol ini, juga bertentangan dengan kebijakan yang dibuat pemerintah melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) no 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Pemerintah harus segera menghentikan rencana kedatangan 500 TKA tersebut. Terlebih lagi saat ini Indonesia dihadapkan dan berjuang melawan pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan akan
berakhirnya,' kata Guspardi.

Adanya rencana kedatangan 500 TKA dari China ke Sultra tentu akan merusak suasana kebathinan di tengah masyarakat, dan membuat kepercayaan rakyat kepada pemerintah menjadi bermasalah, tentu
jelas tidak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara ini ke depannya.

Politisi PAN asal Dail Sumbar II ini mengatakan, pemerintah harusnya lebih fokus memutus mata rantai wabah virus corona dan menghentikan rencana mendatangkan 500 TKA dari China. (***)

×
Berita Terbaru Update