Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DPR ; Bandara Penuh Sesak, Hentikan Relaksasi Transportasi Umum

Jumat, 15 Mei 2020 | 17:08 WIB Last Updated 2020-05-15T10:09:19Z
Suasana di bandara Soekarno-Hatta. (ist)



Jakarta, Fajarharapan.com-Anggota DPR dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus menilai kebijakan
pemerintah yang membolehkan transportasi umum kembali beroperasi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), amburadul dan kacau. Buktinya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis (14/5), terjadi antrean penumpang yang penuh sesak.

"Relaksasi transportasi yang dilakukan pemerintah, katanya untuk memperlonggar agar sektor ekonomi bergerak. Tapi kenyataannya di bandara Soetta, terjadinya antrean penumpang yang menumpuk dan penuh sesak dan ini berpotensi menambah klaster baru kasus Corona ( Covid-19 ). Apakah ini yang dikatakan berdamai dengan virus Corona," ujar politisi PAN ini, Jumat (15/5).

Guspardi sebelumnya pernah mewanti-wanti agar pemerintah mengkaji relaksasi PSBB dan kebijakan Menhub untuk mengizinkan kembali transportasi umum beroperasi agar dikaji mendalam supaya tidak menimbulkan masalah.

Disebutkan, aturan mendasar PSBB melarang adanya kerumuman lebih dari lima orang, namun
kini kerumuman terjadi seperti di bandara Soetta karena aturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri. Dan sama halnya mempercepat penyebaran virus Corona.

"Ini baru hari pertama, besok hingga menjelang puncak hari Lebaran, diperkirakan tetap terjadi
antrean penumpang. Kondisi ini tak bisa dibiarkan. Pemerintah maupun petugas di bandara, harus memperhitungkan akibatnya .

Menurut anggota DPR asal Sumbar ini, di perbolehkannya pebisnis dan swasta untuk terbang
serta banyaknya persyaratan yang harus dibawa calon penumpang dan semuanya diperiksa oleh
petugas di bandara. Selain membutuhkan waktu juga akan mengundang antrean yang panjang.
Apalagi calon penumpang dipastikan akan membludak menyusul adanya kebijakan relaksasi

"Harusnya di era IT saat ini, pengelola bandara bisa menerapkannya dengan online. Ada berkas yang pengecekannya lewat online atau inovasi lain sehingga tidak semua item pemeriksaan penumpang dilakukan petugas di bandara. Antrean penumpang bisa dihindari. Jaga jarak bisa pula diterapkan," urai anggota Komisi II DPR ini.

Jika tak mampu berimprovisasi terkait pelayanan pemeriksaan berkas penumpang yang cukup
banyak itemnya selama pemberlakuan PSBB, maka tidak usah dilakukan relaksasi PSBB di
bandara, terminal dan lainnya.  Pemerintah harus mencabutnya kembali relaksasi transportasi ini, (***)
×
Berita Terbaru Update