Dampak Wabah Corona, Realisasi Investasi Hanya 8,11 Persen pada Triwulan I 2020

Rabu, 13 Mei 2020, 12:45 WIB Last Updated 2020-05-13T05:45:42Z




Maswar Dedi, AP. M.Si

Padang, Fajarharapan.com-Realisasi investasi di Sumbar pada triwulan I (Januari-Maret) hanya mencapai 8,11 persen. Dari target Rp4,725 triliun untuk PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) tahun ini, pada triwulan I, terealisasi hanya Rp383, 105 miliar.

"Wabah Corona yang melanda dunia, termasuk juga Sumbar berdampak kepada investasi. Realisasi investasi jauh dari target. Tapi di tengah wabah yang di Sumbar termasuk cukup besar, realisasi investasi tersebut, lumayan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi, Rabu (13/5) di Padang.

Dedi mengaku pada triwulan I, biasanya realisasi investasi memang tidak sesuai target, tapi persentasenya selisihnya tipis. Penyebabnya, karena ada perusahaan yang belum menyampaikan kegiatan penanaman modal atau LKMP kepada pihaknya. Biasanya akhir Maret atau April. Pada triwulan II, realisasi rata-rata melebihi target.

Dijelaskan, wabah Corona yang melanda negeri ini diakui berpengaruh kepada sektor perekonomian, termasuk investasi. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar bersama kabupaten/kota, di tengah situasi tersebut, lebih fokus mempertahankan investasi yang sudah ada dan sedang berjalan agar mereka tetap melanjutkan pembangunannya di Sumbar.

"Alhamdulillah, mereka tetap melanjutkan investasinya. Apalagi Pemprov bersama kabupaten/kota terus memberikan pelayanan dan kemudahan bagi investor," kata Dedi.

Dijelaskan, ketimbang realisasi PMA di triwulan I itu, realisasi PMDN sangat kecil. Dari target Rp2,85 triliun pada tahun ini, tercapai hanya Rp49,072 miliar atau 1,72 persen. Sedangkan PMA dari target 125 juta dollar AS pada tahun ini, terealisasi 22,268 juta dollar AS atau 17, 82 persen.

Berdasarkan lokasi, realisasi PMDN di triwulan I yang mencapai angka Rp49,072 miliar itu, terbesar berada di Kabupaten Solok dengan nilai investasi Rp21,292 miliar, menyusul Padang Rp13,534 miliar dan Pesisir Selatan Rp4,539 miliar.

"Sektor usahanya di bidang tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp23,585 miliar, hotel dan restoran Rp13,25 miliar, listrik gas dan air mencapai Rp4, 966 miliar dan sejumlah sektor lainnya," jelas Dedi.

Sedangkan PMA yang baru mencapai 22,268 juta dollar AS, terbesar berada di Padang, dengan nilai investasi mencapai 21,522 juta dollar AS. Lainnya ada di Pessel 411 ribu dollar AS, Kabupaten Solok 170 ribu dollar AS.

Sektor usaha untuk PMA ini meliputi industri makan senilai 21,358 juta dollar AS, listrik gas dan air senilai 411 ribu dollar AS, pertambangan 171 ribu dollar AS, industri karet dan plastik 121 ribu dollar AS dan lainnya.

Dedi berharap, wabah Corona cepat berlalu di negeri ini agar sektor ekonomi pulih pula. Dan di bidang investasi akan terus ditingkatkan mulai pelayanan, perizinan dan promosi sehingga investasi bergairah kembali di Sumbar. "Mudah-mudahan target investasi Rp4,725 triliun pada tahun ini tercapai," katanya. (***)

Terkini