Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Asli Drop Bantuan Sembako ke Panti Asuhan Bundo Saiyo

Minggu, 17 Mei 2020 | 18:54 WIB Last Updated 2020-05-17T12:15:14Z









Padang, Fajarharapan.com
- Musibah yang menimpa Panti Asuhan Bunda Saiyo, Tanjung Air, Kelurahan Balai Gadang, Koto  Tangah, mengetuk hati para dermawan dan berbagai organisasi menyalurkan bantuan ke panti asuhan tersebut. Asli Chaidir, Anggota Komisi VIII DPR, mendrop satu pikap sembako ke sana.

"Harus dibantu, semoga para dermawan dan organisasi sosial/kemasyarakatan ikut membantu
meringankan penderitaan anak-anak panti di sana. Kita harus bersama-sama," kata Asli saat
melepas satu pikap sembako menuju panti asuhan Bundo Saiyo, Sabtu (15/5) di Padang. Ikut
menyaksikan acara  melepas bantuan sembako itu, Wawako Padang, Hendri Septa.

Secara simbolis Asli menyerahkan bantuan itu kepada Rustam Effendi, anggota DPRD Padang dari Fraksi PAN yang berasal dari Dapil Koto Tangah. Politisi merakyat ini, juga cukup dikenal di Balai Gadang. Rustam bersama dua relawan Asli langsung mengantarkan ke panti itu.

Bantuan yang didrop Asli ke panti tersebut meliputi beras 240 kg, air mineral 25 dus, minyak goreng 50 kg, mie instan 15 dus mie, gula dan sirup botol.

"Itu bantuan tahap pertama, Insyaallah, akan dikirimkan bantuan berikutnya kembali ke sana.
Kasihan kita kepada anak-anak panti, sekarang mereka tanpa didampingi pengasuh. Alhamdulillah, para tetangga saling bergantian memberikan pertolongan demi kelanjutan panti tersebut,"terang Asli.

Mantan Ketua DPW PAN Sumbar dua periode ini juga berpesan kepada Rustam dan dua relawannya, selain mengantarkan sembako, juga melihat kondisi sekaligus memantau panti asuhan tersebut.

Panti Asuhan Bunda Saiyo ini memang tengah viral di media online karena selain suami pengurus meninggal dunia akibat Covid-19, Nofyelni Ketua Yayasan pun terpapar Covid-19 dan tengah menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi. Sementara anak mereka juga positif dan dirawat di RSUD Rasidin Padang.

Rentetan musibah tersebut membuat para penghuni yang terdiri dari anak yatim dan kurang mampu mengalami krisis kepercayaan diri dan juga krisis pangan. Apalagi mereka menjadi ODP akibat dari terpaparnya pengurus dengan virus ini.

Seorang pengasuh Panti Asuhan Bundo Saiyo Novel Indriyanti mengatakan, sewaktu dua pimpinan panti dinyatakan positif Covid-19, kondisi panti dalam keadaan memburuk, pasokan air minum tidak ada karena orang yang menjual tidak berani masuk dan gas semakin menipis.

Dalam keadaan tersebut, ia juga harus memenangkan anak-anak yang dalam kecemasan, karena di hari pimpinan meninggal dunia, salah satu temannya dijemput petugas kesehatan untuk menjalani isolasi mandiri ke tempat yang disediakan.

Novel menyebutkan, anak-anak semuanya berjumlah 40 orang, mereka berasal dari Padang, Solok dan Dharmasraya, paling banyak dari Dharmasraya. (***)
×
Berita Terbaru Update