Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

AirAsia Potong Gaji, PHK Opsi Terakhir di Tengah Covid 19

Senin, 04 Mei 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-05-04T16:00:05Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - PT AirAsia Indonesia Tbk akan mengupayakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan menjadikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan sebagai opsi terakhir di tengah pandemi virus corona (covid-19). Namun, perusahaan mau tidak mau sudah melakukan pemotongan gaji.

"THR sekarang sedang saya hitung-hitung, doakan. Manajemen melihat PHK adalah solusi terakhir. Kami sepakat dengan karyawan," ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga, Senin (4/5/2020).

Ia mengatakan perusahaan melakukan pemotongan gaji ke berbagai tingkat jabatan, termasuk kepada dirinya sendiri. Pemotongan dilakukan dengan jumlah yang berbeda-beda, namun lebih besar dibebankan ke karyawan dengan jabatan tinggi.
Bahkan, CEO AirAsia Tony Fernandes dan Chairman AirAsia Kamarudin Meranun merelakan gaji mereka sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan manajemen di tengah beratnya pukulan pandemi corona kepada bisnis maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) itu.
"Jujur ada yang mendapatkan pengurangan pengupahan, termasuk saya, prinsipnya manajemen menanggung, saya (dipotong) 50 persen. Jajaran di bawah saya bervariasi (pemotongannya) dan berdasarkan senioritas," ungkapnya.

Di sisi lain, perusahaan juga mengurangi jam kerja karyawan selama pandemi corona. Sebab, maskapai tidak bisa mengudara karena rendahnya permintaan dan larangan terbang dari pemerintah.

"Ada yang bekerja dari rumah, ada yang diistirahatkan, mereka di rumah tanpa dapat salary (gaji)," katanya.

Kendati begitu, Vera mengklaim maskapai asal Malaysia itu akan terus berusaha memberi perhatian kepada karyawan. Salah satunya dengan mengajukan insentif kepada pemerintah.
Misalnya, agar karyawan mudah dan segera mendapat pengurangan pungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Vera bilang hal ini sudah dikomunikasikan kepada pemerintah dan diharapkan bisa segera memberi manfaat bagi karyawan.

Tak ketinggalan, katanya, perusahaan tetap memastikan kondisi kesehatan karyawan. Caranya dengan menerapkan protokol kesehatan nasional bila karyawan harus mengudara karena layanan kargo yang masih berjalan.

Sebelumnya, Tony Fernandes mengumumkan grup perusahaan melakukan penawaran pengurangan jam kerja kepada karyawan dengan porsi 15 persen sampai 75 persen. Pengurangan waktu kerja tersebut akan dibagi berdasarkan tingkat senioritas.

Hal ini dilakukan karena sebanyak 96 persen armada AirAsia tidak akan beroperasi sementara waktu. Artinya, perusahaan tidak akan mengantongi pendapatan sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sementara, perusahaan masih memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi, seperti pasokan bahan bakar dan agen penyewaan pesawat. Namun, ia mengaku akan berusaha untuk mempertahankan seluruh karyawannya. (*)

×
Berita Terbaru Update