Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Abrasi Pantai, Satu Unit Rumah Nyaris Terban ke Laut, Puluhan Pohon Pelindung Bertumbangan

Sabtu, 09 Mei 2020 | 11:32 WIB Last Updated 2020-05-09T05:14:56Z
Warga melongo melihat kondisi makin parahnya abrasi pantai di lokasi tersebut.

Pariaman, fajarharapan.id 
- Satu unit rumah di Korong Sungai Sariak, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman nyaris terban ke laut akibat menggilanya abrasi pantai di lokasi tersebut.


Tidak itu saja, puluhan pohon pinus dan kelapa yang sudah berdiri puluhan tahun juga menyerah dan akhirnya 'angkat tangan' dan akhirnya bertumbangan. 

Jika tidak cepat diantisipasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, abrasi pantai tersebut semakin meluas dan mengancam beberapa rumah warga dan pohon pelindung yang berdiri di sekitar lokasi tersebut.

Sejumlah warga setempat berharap pemerintah kecamatan dan nagari Pemkab Padang Pariaman melakukan langkah-langkah yang tepat. Hal itu untuk mencegah abrasi pantai yang semakin menggila.

Camat Batang Gasan Erman Sudin dan Kabag Humas dan Protokol Pemda Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung mengakui hal itu kepada fajarharapan.id, Sabtu (9/5/2020).


Beginilah kondisi terakhir dampak dari abrasi pantai tersebut.

Menurut Erman Sudin, abrasi pantai itu terjadi sejak Jumat (8/5/2020) dan sampai berita ini ditayangkan abrasi masih berlangsung. Gelombang yang cukup tinggi dan kuat terus menghantam di bibir pantai dan terus menggerus pasir yang berada di lokasi tersebut. 

Akibatnya rumah yang berada di bibir pantai nyaris porak-poranda dan terban ke laut. Begitu juga pohon-pohon yang berada di lokasi tersebut juga rebah bergelimpangan. 

Jika pemerintah setempat tidak cepat mengambil langkah tepat, maka kondisinya semakin parah. Akibatnya warga yang berada di lokasi itu semakin merasai, ditambah lagi kondisi mewabahnya virus corona (Covid-19), maka semakin sansailah warga yang berdiam di pinggir pantai tersebut.

Diakui Erman, atas kejadian abrasi itu, mengakibatkan 1 rumah warga nyaris terban ke dalam laut, puluhan pohon pinus dan kelapa sudah berdiri puluhan tahun tak tahan dengan hantaman gelombang, akhirnya 'angkat tangan' dan menyerah setelah itu bertumbang dan bergelimpangan.

Menurut camat lagi, sebagai langkah tindakan antisipasi menyelamatkan warga, Erman mengimbau warga yang tinggal sekitar pantai agar mengungsi sementara waktu ke tempat yang dianggap aman, karena di lokasi tersebut tidak lagi memungkinkan berdiam, sebab dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (suardi)
×
Berita Terbaru Update