Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Abrasi Pantai, Dinas PUPR Pd. Pariaman Sudah Laporkan ke BSW Wilayah V

Minggu, 10 Mei 2020 | 15:04 WIB Last Updated 2020-05-10T08:10:08Z
Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman Deni Irwan, ST.MT

Padang Pariaman, fajarharapan.id - Bencana alam abrasi pantai yang melanda pemukiman penduduk Sungai Sariak, Malai V Suku, Batang Gasan, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) telah dikoordinasikan Pemkab dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Padang.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman Deni Irwan, ST.MT., menjawab fajarharapan.id, Minggu (10/05/2020), sehubungan peristiwa Abrasi Pantai di kawan Korong Sungai Sariak Malai sepanjang hari Jum'at dan Sabtu kemarin.

Dijelaskannya, Pemkab melalui dinasnya menindaklanjuti langsung begitu laporan masuk dari petugas di lapangan. 

"Kita lakukan koordinasi dan surati dengan melaporkannya ke pihak BWS Kementerian PUPR dan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat," kata Kadis Deni Irwan.

Ia mengakui masalah abrasi pantai dan sungai merupakan kewenangan BWS Wilayah V untuk menangani pengelolaan dan penanggulangannya. 

"Dananya dari pusat melalui APBN. Kita di daerah, penanggulangan untuk itu dana tidak mencukupi. Paling tidak kita hanya bisa mengantisipasi dan perlindungan kepada warga terdampak abrasi itu," sebutnya.

Ia mengimbau kepada warga yang bermukim di sepanjang Pantai di Kabupaten Padang Pariaman untuk tetap waspada terhadap muncul bencana alam abrasi pantai.

"Juga kita berharap ke pihak BWS Wilayah V Kemeterian PUPR, kiranya cepat untuk merespon kejadian abrasi Pantai Sungai Sariak Malai, Batang Gasan itu, sehingga warga setelah jatuh ditimpa tangga pula," ujar Kadis PUPR tersebut.

Sebagaimana diketahui, abrasi pantai telah melanda kawasan Korong Sungai Sariak Malai Kecamatan Batang Gasan sepanjang hari Jumat dan Sabtu (8-9/05/2020). 

Puluhan batang kelapa dan pohon pinus bertumbangan masuk laut serta rumah warga nyaris terban digerus hantaman gelombang yang menggila.

Warga berharap pemerintah terkait dapat bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jika tidak pantai akan terus digerus abrasi, begitu juga rumah yang berada di lokasi itu akan terban masuk laut. Tak terkecuali pohon pelindung, pinus dan kelapa yang sudah berdiri puluhan tahun terus bertumbangan. (saco)


×
Berita Terbaru Update