Uji Spesimen Corona di RI: Lebih Banyak Negatif Ketimbang Positif

Rabu, 08 April 2020, 05:00 WIB Last Updated 2020-04-07T22:00:09Z


(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.com - Masyarakat Indonesia perlu tetap optimistis melihat angka kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Soalnya, dari hasil tes, lebih banyak yang negatif ketimbang positif. Yakni, 79,61% negatif dan 20,38% positif.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI, Selasa (7/4/2020), sudah ada 13.433 spesimen yang telah diterima. Jumlah ini merupakan tes Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab, mengambil sampel lendir di hidung dan tenggorokan.

Dari jumlah total tersebut, 10.695 (79,61% spesimen) di antaranya dinyatakan negatif. Sedangkan 2.738 (20,38% spesimen) lainnya dinyatakan positif. Lalu, dari jumlah total positif, yang meninggal 221 orang dan sembuh 204 orang.

Sebagai perbandingan, pola yang sama terjadi di Malaysia. Berdasarkan laman Kementerian Kasihatan Malaysia pada Selasa (7/4/2020), jumlah total spesimen yang diterima Malaysia sebanyak 55.566.

Mereka yang dinyatakan positif sebanyak 3.793 (6,8% spesimen) dan 43.664 (78,58% spesimen) negatif. Sisanya, 8.109 (14,59% spesimen), pending. Dari jumlah total positif, yang sembuh 1.241 dan yang meninggal 62 orang.

Hal serupa ternyata terjadi di Korea Selatan--negara yang dipuji Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena kesigapannya dalam menghadapi Corona. Berdasarkan laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (CDC Korea) per Selasa (7/4/2020), sudah ada 477.304 tes Corona yang dilakukan sebagaimana dikutip pada detik.com.

Rincian kasusnya, 446.323 (93,5% spesimen) negatif, 10.331 (2,16% spesimen) positif, dan sedang dites 20.650 (4,61%). Artinya, yang negatif masih lebih banyak daripada yang positif. Dari total jumlah kasus positif ini, 6.694 dinyatakan sembuh dan 192 orang meninggal dunia. (*)

Terkini

Hukrim

+