Tentang Shalat Berjamaah Bupati Solok Minta MUI dan Kemenag Keluarkan SE Dibekali Hadis

Selasa, 07 April 2020, 08:49 WIB Last Updated 2020-04-07T03:04:19Z


Bupati Solok H. Gusmal, SE.MM meminta MUI dan Kemenag agar membuat surat edaran kepada pengurus masjid untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah dengan dibekali hadis dan Dalil-dalil, Senin (06/04/2020)

Solok, fajarharapan.com - Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok, untuk membuat surat edaran (SE) yang dibekali dengan hadist dan dalil-dalil tentang larangan umat shalat berjemaah dan shalat Jumat di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19)..

Dikeluarkannya hadis dan dalil tersebut agar umat Islam tidak kebingungan dan demi meyakinkan umat muslim meninggalkan shalat berjamaah dan shalat Jumat tersebut.

Hal tersebut disampaikan bupati Solok, dalam rapat pemerintah Kabupaten Solok, dengan Forum Kerukunan Beragama (FKUB), untuk sepakat  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok, Senin (06/04/2020).

Dikesempatan itu bupati juga meminta kepada Kemenag, untuk membuat surat edaran ke pengurus masjid.

Dimaksudkan bupati, bahwa surat edaran tersebut adalah untuk memberikan imbaun, agar dimasa-masa sekarang jangan melaksanakan shalat berjamaah.

"Mengenai adzan, tetap di kumandangkan," ungkap bupati.

"Kita tak boleh separoh-separoh. Artinya seluruh komponen harus sepakat. Apakah itu Forkopimda, tokoh masyarakat, alim ulama dan ninik mamak, harus sepakat dalam menangani Covid-19 ini," harap bupati.

"Salah satu cara cepat penularan itu ketika berkumpul-kumpul, seperti di masjid, di acara pesta perkawinan dan pasar," jelas bupati.

"Ini yang akan kita kurangi, dan kita sepakati secara bersama untuk mengurangi, kita niatkan untuk mengurangi," sambung bupati.
"Memang masyarakat banyak pendapatnya mengenai soal ini. Tapi yang jelas kita sama-sama takut kepada Allah, Pasti itu! Tapi yang namanya usaha mesti dilakukan," harap bupati.

"Coba bayangkan, misalnya para mubaligh dan Da'i bersikeras ingin melaksanakan shalat berjamah, kalau diserang Covid-19 habis kita semua," jelas bupati.

"Kalau mubaligh dan Da'i habis, lalu siapa lagi yang akan mengembangkan agama ini," tanya bupati.

"Makanya, kita jangan bersikeras dengan hal ini, dan tidak boleh main-main dengan virus ini," harap bupati.

Rapat yang digelar di Guest House Arosuka tersebut hadir, Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho, SH, SIK, M,Si, Kapolres Solok Kota Ferry Suwandi, SIK, Dandim 0309/Solok Letkol Arm. Reno Triambodo, Kepala Kejaksaan Negeri Solok Donny Haryono Setiawan, SH.

Juga hadir, Kepala Kantor KESBANGPOL Junaidi, S.Sos, Ketua FKUB Aprisno, Wakil Ketua Dewan Masjid Kab. Solok Almaturidi, S.Ag, Ketua BAZNAS Sukardi, Ketua NU Kab. Solok Rusli Intan Sati, Ketua MUI yang mewakili Afrizal Harun dan Perwakilan Rapi Solok.

Dalam rapat tersebut, bupati juga menyarankan kepada TNI dan POLRI, untuk melakukan upaya-upaya pendekatan dengan pengurus masjid, agar melaksanakan imbaun tersebut.(nr)

Terkini