Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Surat Utang RI Paling Diminati Investor

Kamis, 16 April 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-04-16T16:00:09Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat surat utang global pemerintah Indonesia paling diminati oleh investor asal Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan transaksi penjualan tiga seri surat utang negara (SUN) dalam denominasi dolar AS senilai US$4,3 miliar pada Senin (6/4/2020) lalu. Penerbitan surat utang global tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS bagi Indonesia.

Rinciannya, seri RI1030 senilai US$1,65 miliar dengan tenor 10,5 tahun. Kemudian, seri RI1050 senilai US$1,65 miliar dengan tenor 30,5 trliun dan seri RI0470 senilai US$1 miliar dengan tenor 50 tahun.
Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kamis (16/4/2020), sekitar 45 persen investor seri RI1030 berasal dari AS. Investor AS juga menjadi mayoritas investor seri RI1050 dengan porsi 52 persen. Lalu, untuk seri RI0470 investor AS mendominasi dengan porsi 44 persen.
Investor terbanyak kedua berasal dari Eropa di mana porsinya 25 persen untuk RI1030, 20 persen untuk RI1050 dan 38 persen untuk RI0470.
Setelah itu, investor asal Asia (di luar Indonesia) dengan porsi 21 persen untuk RI1030, 26 persen untuk RI1050, dan 18 persen untuk RI0470.

Sementara itu, sisanya merupakan investor asal Indonesia dengan porsi tak sampai 10 persen.

Berdasarkan jenis investor, investor terbanyak merupakan asset manager dengan rincian porsi 64 persen untuk RI1030, 71 persen untuk RI1050, dan 85 persen untuk RI0470.

Berikutnya, investor asuransi/ dana pensiun mengekor dengan porsi 20 persen untuk RI1030, 22 persen untuk RI1050, dan 11 persen untuk RI0470.

Sisanya, investor itu diminati oleh bank sentral/sovereign wealth fund, perbankan, private banks, dan lainnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Lebih lanjut, raupan dana dari penerbitan surat utang global tersebut akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk biaya untuk upaya penanganan dan pemulihan dari wabah virus corona. (*)

×
Berita Terbaru Update