Singapura Catat Kasus Baru Corona 1.037 Pasien, Total 11.178

Jumat, 24 April 2020, 01:00 WIB Last Updated 2020-04-23T18:00:02Z


(ilustrasi pasien covid 19)
Jakarta, fajarharapan.com - Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan lonjakan kasus baru virus corona dalam sehari sebanyak 1.037 pasien. Sejauh ini jumlah tersebut merupakan lonjakan tertinggi kasus baru Covid-19 dalam sehari.

Lonjakan kasus kali ini terjadi dalam empat hari berturut-turut saat Singapura melaporkan penambahan kasus baru di atas 1.000 pasien.

Mayoritas kasus baru virus corona kali ini masih berasal dari asrama pekerja migran. Sementara kasus yang berasal dari warga Singapura dan penghuni permanen hanya sebanyak 21 kasus baru.
Lonjakan kali ini membuat total pasien Covid-19 di Singapura mencapai 11.178 orang. Dengan begitu Singapura saat ini menjadi negara dengan pasien virus corona tertinggi di Asia Tenggara.
Sehari sebelumnya Singapura mencatat 10.141 kasus dengan 12 korban jiwa dan 896 pasien dinyatakan sembuh. Sekitar 2,51 persen dari 323 ribu pekerja migran yang berada di asrama dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja migran yang tidak tinggal di asrama yakni sebanyak 0,061 persen dari 664 ribu dan 0,023 persen yang berada di komunitas.
Kebanyakan pekerja migran yang dinyatakan positif Covid-19 memiliki gejala ringan hingga tanpa gejala. Saat ini ada 21 asrama yang dinyatakan sebagai area isolasi lantaran penghuninya diharuskan melakukan karantina selama 14 hari.

Selain Singapura, di urutan kedua pasien virus corona terbanyak di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Data yang dirilis BNPB hingga Rabu ada 7.418 kasus dengan 635 orang meninggal dan 913 sembuh.
Filipina saat ini memiliki 6.981 kasus atau bertambah 271 kasus baru Sekitar 462 meninggal, bertambah 16 korban jiwa dan 722 orang sembuh. Presiden Rodrigo Duterte telah memperpanjang lockdown di sebagian negara hingga 30 April sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sementara Malaysia kini memiliki 5.532 kasus dengan 93 orang meninggal dan 3.452 pasien sembuh. Pemerintah Malaysia mengumumkan untuk memperpanjang lockdown untuk menekan penyebaran virus corona hingga 28 April. (*)

Terkini