Remdesivir Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Covid 19 Kurang dari Seminggu

Sabtu, 18 April 2020, 09:00 WIB Last Updated 2020-04-18T02:00:10Z


(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.com - Percobaan uji klinis obat remdesivir kepada para pasien virus COVID-19 menunjukkan hasil yang positif. Bahkan sebagian besar dari mereka diperbolehkan pulang setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Pasien yang menjalani uji klinis obat itu semuanya memiliki gejala pernapasan dan demam yang parah. Tetapi mereka diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit setelah kurang dari satu minggu menjalani perawatan.

"Berita terbaiknya adalah bahwa sebagian besar pasien kami sudah keluar dan ini luar biasa. Hingga kini hanya ada dua pasien yang meninggal," kata Dr Kathleen Mullane, seorang spesialis penyakit menular di University of Chicago yang juga memimpin uji klinis tersebut.

Hingga kini belum ada terapi yang disetujui untuk pengobatan pasien virus Corona. Tetapi National Institutes of Health (NIH) menyelenggarakan beberapa uji coba obat dan perawatan lain, di antaranya adalah remdesivir.

Remdesivir ini dikembangkan oleh salah satu perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS) yaitu Gilead Sciences. Obat ini telah diuji pada penyakit Ebola dan menunjukkan sedikit hasil yang positif, tetapi beberapa penelitian lain yang dilakukan pada hewan menemukan bahwa remdesivir dapat mencegah dan mengobati penyakit yang terkait virus Corona seperti COVID-19, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan remdesivir menunjukkan potensi dalam pengobatan pada pasien virus Corona.

Namun sayangnya uji coba ini tidak melakukan apa yang dikenal sebagai kelompok kontrol, sehingga akan sulit untuk mengatakan apakah obat tersebut benar-benar bisa membantu pasien untuk lebih cepat pulih atau tidak sebagaimana dikutip pada detik.com.

Dalam kelompok kontrol, beberapa pasien tidak akan diberikan obat yang sedang diuji, sehingga dokter dapat menentukan apakah obat itu benar-benar mempengaruhi kondisi mereka atau tidak. (*)


Terkini