Puluhan Pegawai Puskesmas di Sumbar Diisolasi

Minggu, 19 April 2020, 20:00 WIB Last Updated 2020-04-19T13:00:01Z


(ilustrasi)
Padang, fajarharapan.com - Puluhan pegawai puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di tiga daerah di Sumatera Barat (Sumbar) diisolasi karena melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Mereka dibolehkan pulang dari tempat isolasi jika hasil tes swab negatif.

Di Padang terdapat enam pegawai puskesmas yang dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani, merinci dua orang merupakan pegawai Puskesmas Andalas dan empat orang pegawai Puskesmas Pengambiran.
"Satu pegawai Puskesmas Andalas tertular Covid-19 sudah lama. Dia tertular setelah pulang dari Jakarta. Pegawai tersebut menularkan satu pegawai di Puskesmas Andalas berdasarkan penelusuran riwayat kontak dan hasil tes swab. Hasil tesnya keluar tiga hari yang lalu," ujarnya, Minggu (19/4/2020).

Sementara itu, empat pegawai Puskesmas Pengambiran dinyatakan positif Covid-19 kemarin. Pada awalnya satu pegawai tertular dari klinik tempatnya bekerja, kemudian menularkan tiga rekannya di puskesmas.

Enam pegawai puskesmas itu, kata Feri, dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil, di Semen Padang Hospital, dan isolasi mandiri di rumah.

Ia menambahkan bahwa setelah enam petugas itu dinyatakan positif, pegawai lain di kedua puskesmas itu dites swab tenggorokannya. Pelayanan kedua puskesmas itu dibatasi untuk menghindari penularan dari pegawai puskesmas.

Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) 58 pegawai Puskesmas Kecamatan Koto XI Tarusan diisolasi di rumah susun sewa sederhana di Painan. Mereka adalah dokter, bidan, perawat, dan pegawai administratif. Mereka dikarantina sebab sebagian di antaranya melakukan kontak dengan pasien yang positif Covid-19.

"Mereka masuk karantina sejak 16 dan 17 April. Hasil swab tenggorakan mereka dikirimkan secara bertahap ke laboratorium Universitas Andalas untuk diperiksa positif Covid-19 atau tidak. Hari ini keluar hasil 22 tes sampel. 

Dua dinyatakan positif, dua invalid, 18 negatif. Pegawai yang positif dipindahkan rumah sakit, sedangkan bagi yang negatif akan dipulangkan," tutur Jubir Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi.

Karena pegawainya diisolasi, puskesmas di Tarusan itu ditutup. Rinaldi mengatakan bahwa warga Tarusan yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan diminta ke puskesmas lain di kecamatan itu atau dikecamatan terdekat.

Adapun di Sawahlunto, 11 pegawai rumah sakit umum daerah (RSUD) diisolasi karena diduga melakukan kontak erat dengan salah satu pasien suspek Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Sawahlunto, Yasril, mengatakan bahwa pasien itu diisolasi di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi sejak 16 April. Hasil tes swabnya keluar pada 29 April. 11 pegawai RSUD itu ialah dokter, perawat, dan petugas kebersihan.

Yasril mengatakan bahwa mereka dikarantina di Badan Diklat Tambang Bawah Tanah milik Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sawahunto sejak 16 April sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sembilan di antaranya pulang dari tempat karantina dan memilih isolasi mandiri di rumah, sedangkan dua lagi bertahan di tempat karantina. (*)

Terkini