Produksi 8 Ribu Masker, 8 SMK di Sumbar Banjir Pujian dari Nasrul Abit

Rabu, 08 April 2020, 13:00 WIB Last Updated 2020-04-08T06:00:01Z


(Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit)

Padang, fajarharapan.com - Berbagai macam cara dukungan masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di Sumbar. Di tengah kelangkaan Alat Perlindungan Diri (APD), partisipasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumbar dalam memproduksi masker sangat bermanfaat untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Sekretaris Daerah Alwis menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker hasil karya pelajar SMK Sumbar di kantor Gubernur, Selasa pagi (7/4/2020) yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Adib Alfikri dan kepala sekolah masing-masing SMK.

Nasrul Abit mengucapkan terima kasih atas tingkat kepedulian siswa-siswa SMK yang begitu tinggi. Termasuk bagi SMK terlebih memberikan inovasi untuk menyediakan dan memproduksi masker sendiri di tengah kelangkaan yang terjadi di Indonesia.

"Saya merasa bangga dengan adanya kreativitas pelajar SMK bisa memproduksi masker yang hasil memuaskan," ucap Nasrul Abit.

Selain itu Nasrul Abit berharap hasil produksi bisa lebih banyak sehingga dapat membantu kebutuhan masyarakat Sumbar. Apalagi masker terbuat dari kain yang bisa dicuci setelah dipakai. Rencananya produksi masker yang dihasilkan SMK ini akan dibagikan ke setiap rumah sakit dan Posko COVID-19 di tiap kabupaten kota di Sumbar atau masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu Sekda Provinsi Sumbar Alwis, memberikan apresiasi kepada siswa SMK yang berada di Sumbar, baik negeri maupun swasta yang sangat peduli terhadap antisipasi penyebaran Covid-19.

"Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dalam berpartisipasi mencegah atau menjaga dari virus Covid-19," kata Alwis.

Ada delapan SMK yang memberikan bantuan tersebut yaitu, SMKN 8 Padang 4.500 buah, SMKN 6 padang 500 buah, SMK 1 Lubuak Sikaping 400 buah, SMKN 1 Sawahlunto 1.000 buah, SMKN 3 Payakumbuh 500 buah, SMKN 2 Bukittinggi 500 buah, SMKN 1 Sijunjung 550 buah dan SMKN 1 Ampek Angkek, Agam 1.000 buah.

"Kalau kita kumpulkan semua SMK bisa menghasilkan masker, Insya Allah semua kebutuhan masker di Sumbar akan terpenuhi," sebutnya sebagaimana dikutip pada harianhaluan.com.

Sebetulnya, siswa SMK sanggup mengerjakan pembuatan masker dalam jumlah lebih banyak lagi kalau semua siswa SMK diberdayakan untuk produksi masker.Sudah dipastikan Sumbar tidak kekurangan masker. (*)

Terkini