PON 2020 Papua Jadi Pertama yang Ditunda

Kamis, 23 April 2020, 20:00 WIB Last Updated 2020-04-23T13:00:06Z


(PON 2020)
Jakarta, fajarharapan.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua resmi ditunda karena pandemi virus corona (covid-19). PON pernah sekali dibatalkan dalam sejarah ajang terbesar olahraga di Indonesia tersebut.

Tepatnya pada 1965 ajang multicabang nasional itu tak jadi digelar karena peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965.
Ajang itu sedianya menjadi PON edisi keenam yang akan digelar di Jakarta. Pada Agustus 1964, pemerintah juga telah membentuk Dewan Olahraga Republik Indonesia (DORI).
Organisasi itu merupakan cikal-bakal dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang kita kenal sekarang ini.
Rencana gelaran PON di Jakarta pada 1965 sempat disambut antusias publik. Pasalnya, Indonesia saat itu sudah memiliki Gelanggang Olahraga Senayan pada waktu itu.

Selain Stadion Utama Senayan, sejumlah venue olahraga untuk mengelar PON VI itu pun sudah disiapkan dengan baik.
Gelanggang Olahraga Senayan termasuk Stadion Utama Senayan pernah digunakan dalam ajang Asian Games IV di Jakarta. Indonesia pada waktu itu berada pada urutan kedua peraih medali emas.

Namun, antusiasme di dunia olahraga dalam menyambut PON berubah menjadi kemuraman. Pasalnya, tahun itu pecah konflik di tanah air yang berawal dari pemberontakan PKI pada 30 September 1965.
Peristiwa itu ditandai dengan aksi PKI menculik dan membunuh tujuh perwira TNI Angkatan Darat di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sementara itu, PON 2020 di Papua sendiri masih berstatus ditunda. Presiden RI Joko Widodo menunda PON Papua akhir tahun depan karena darurat pandemi virus corona (covid-19).

PON Papua sedianya digelar pada 20 Oktober hingga 2 November 2020. Keputusan menunda PON Papua 2020 diambil Presiden Jokowi dalam rapat terbatas pada Kamis (23/4/2020) pagi sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
"PON 2020 ditunda ke Oktober tahun depan. Baru saja diputuskan oleh Bapak Presiden di Ratas tentang PON," ucap Gatot dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (23/4/2020). (*)

Terkini