Penularan Covid 19 Terus Naik, Batam Pertimbangkan PSBB

Kamis, 16 April 2020, 01:00 WIB Last Updated 2020-04-15T18:00:05Z


(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempertimbangkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seiring kasus penularan virus corona yang terus bertambah. Hingga kini sudah ada 17 orang dinyatakan positif terinfeksi covid-19 di Batam.
Pemko Batam menyatakan penularan Covid-19 di daerah setempat telah memasuki level 2. "Sudah mulai serius ini. Kalau sudah level 2 dan 3, dipertimbangkan PSBB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Rabu (15/4/2020).
Didi mengatakan dalam rapat, Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah meminta jajarannya untuk membuat konsep PSBB di Batam. Saat rapat itu digelar, penularan belum masuk sampai level 2 sehingga sejumlah syarat penetapan PSBB belum dapat dilakukan.
"Saat itu belum memenuhi syarat. Pak Wan (Kepala Bapelitbang) akan menyusun usulan PSBB. Kalau ada level 2, lebih mendukung," kata dia.
Meski begitu, Didi mengatakan penerapan PSBB tidak bisa begitu saja diterapkan karena ada beberapa syarat lain di antaranya pertimbangan jumlah kasus.

Kasus positif covid-19 dari klaster Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batam terus bertambah setelah dua pasien baru yang dinyatakan terpapar virus corona pada Rabu (15/4/2020), memiliki kontak erat dengan pasien di klaster tersebut.

"Tambahan dua kasus baru hari ini, perempuan, 'closed contact' pasien 8 dan kasus kedua pegawai di fasilitas kesehatan, kontak pasien 9," kata Didi.

Dengan begitu, setidaknya delapan pasien positif COVID-19 yang terkait dengan klaster ASN, yaitu 7, 8, 9, 10, 13, 15, 16 dan 17.

Kasus pasien 16, disebut sebagai level dua klaster ASN, karena tertular dari pasien 9, yang juga kemungkinan tertular dari pasien 8. Pasien 9 merupakan anak pasien 8.

"Saat ini yang bersangkutan dalam proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi/PIE Rumah Sakit rujukan RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut," kata Rudi.

Pasien 16 merupakan perempuan berusia 38 Tahun, seorang ASN tenaga kesehatan dengan alamat Batuaji. Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan namun memiliki kontak langsung dengan kasus 9 yang merupakan rekan sekerjanya di salah satu fasyankes tingkat pertama. Lalu pasien 17, perempuan ASN berusia 51 tahun, rekan kerja pasien 7 dan 8.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam meyakini telah terjadi transmisi lokal penularan virus di antara warga setempat sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
"Sesuai dengan gambaran dari kasus-kasus sebelumnya dan hasil 'tracing' yang telah dilakukan oleh tim, dapat kami sampaikan bahwa saat ini Kota Batam semakin diyakini telah terjadi kasus transmisi lokal," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, Selasa (14/4/2020) malam. (*)

Terkini