Pemprov DKI Jakarta Ingin Perpanjang PSBB Tangkal Covid 19

Selasa, 21 April 2020, 23:00 WIB Last Updated 2020-04-21T16:00:08Z


(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperpanjang masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan laju penyebaran virus corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Catur Leswanto.

"Ada rencana perpanjangan (PSBB DKI Jakarta)," ujar Catur lewat pesan singkat, Senin (20/4/2020).

Namun demikian, Catur belum menjelaskan kapan perpanjangan PSBB di DKI Jakarta itu akan diputuskan. Dia hanya mengatakan bahwa memang ada rencana PSBB diperpanjang di ibukota guna menekan laju penyebaran virus corona.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya memperkirakan masa penerapan PSBB di DKI Jakarta bakal diperpanjang. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat virtual bersama Tim Pengawas DPR RI Penanggulangan Covid-19, Kamis (16/4/2020).

Ia menuturkan, waktu 14 hari untuk PSBB belum cukup untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta.

"Hampir pasti PSBB diperpanjang, oleh sebab itu, ini sebagai satu fase. Ini fase pertama, ini minggu pertama," kata Anies.

Sejak resmi berlaku pada Jumat (10/4/2020) lalu, PSBB DKI Jakarta bakal berakhir pada Jumat mendatang (23/4) atau dua pekan sejak diberlakukan.

Hingga akhir sepekan pertama PSBB, Anies mengungkapkan masih ada sejumlah evaluasi selama penerapan PSBB di Ibu Kota. Terutama terkait kampanye kesadaran terkait bahaya wabah virus corona. Pasalnya, pemahaman atas masalah virus corona belum merata di masyarakat.

PSBB DKI Jakarta pertama kali diputuskan Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020

Hingga Senin (20/4/2020), telah ada 3.112 orang di Jakarta yang positif terinfeksi virus corona. Sebanyak 297 di antaranya meninggal dunia dan 237 orang dinyatakan sembuh sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Di lingkup nasional, virus corona telah menginfeksi 6.760 orang di Indonesia hingga Senin (20/4/2020). Dari jumlah itu, ada 590 orang meninggal dunia dan 747 dinyatakan telah sembuh. (*)

Terkini