MotoGP 2020 Tetap Berlangsung Meski Hanya 10 Seri

Minggu, 05 April 2020, 01:00 WIB Last Updated 2020-04-04T11:04:53Z


(ilustrasi MotoGP)
Jakarta, fajarharapan.com - Bos Dorna sebagai penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta menegaskan aturan minimal 13 seri bisa jadi tidak akan berlaku di musim ini.
Dalam penyelenggaraan MotoGP tiap musimnya, ada batasan minimal 13 seri sebagai syarat sebuah musim MotoGP 2020 sah dan resmi mengangkat gelar juara.
Namun dalam kondisi pandemi Corona, Ezpeleta menyebut balapan MotoGP 2020 bisa tetap sah meski hanya berjalan kurang dari 13 seri.

"Kontrak mengatakan bahwa minimal sebuah musim memiliki 13 balapan dalam kondisi normal dan hal itu tidak akan jadi masalah saat ini."

"Bila kejuaraan tahun ini berlangsung selama 10 seri, saya tetap akan sangat gembira," ucap Ezpeleta.

Dorna terus mencari cara agar bisa mempertahankan kelangsungan balapan musim ini. Sudah ada enam seri yang mengalami pembatalan atau penundaan akibat pandemi Corona.


MotoGP Prancis jadi seri terakhir yang dipastikan ditunda. Saat ini Dorna akan mengevaluasi situasi untuk menetapkan status MotoGP Italia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei.


Kondisi Italia sendiri cukup pelik karena mereka jadi salah satu negara dengan jumlah positif corona terbanyak di dunia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Dorna sudah melakukan langkah cepat dengan memasukkan seri Thailand, Amerika Serikat, dan Argentina pada jadwal lowong di akhir musim. Namun untuk seri Spanyol dan Prancis, Dorna belum mengambil sikap.

Selain itu MotoGP Qatar sejauh ini belum menemukan jadwal pengganti sehingga statusnya adalah batal. (*)

Terkini