Lagi Satu Pasien PDP Meninggal, Pemakaman Sesuai SOP

Jumat, 03 April 2020, 14:21 WIB Last Updated 2020-04-03T07:21:23Z


Konferensi pers di balaikota Sawahlunto, Jumat (3/4/2020).

Sawahlunto, fajarharapan.com - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kota Sawahlunto meninggal dunia pagi tadi Jumat (3/4/2020) setelah dirawat di RSUD Sawahlunto dari tanggal 28 Maret 2020 lalu. 

Dokter spesialis Paru-paru Ardianof menyampaikan bahwa pasien perempuan umur 50 tahun masuk ke RSUD dalam kondisi sesak nafas, setelah diperiksa sesuai prosedur masuk ke IGD, memang ada keluhan mengarah ke infeksi.

"Hasil laboratorium, yang masalah waktu itu hanya gula darah yang lebih daripada normal. Tapi kalau kita lihat dari hasil rontgen memang ada infeksi, kemudian kita lakukan evaluasi dalam beberapa hari dan juga ditelusuri riwayat kontak pasien ini. Pasien tidak ada melakukan perjalanan keluar kota", ungkapnya saat konferensi pers di balaikota Sawahlunto, Jumat (3/4/2020).

Dijelaskannya, pengakuan pasien memang tidak keluar provinsi dan keluar Kota Sawahlunto selama 2 tahun ini. Dan dalam beberapa hari perawatan pihaknya sudah terapi sesuai standar rasio diagnosa dari awal.

"Ada infeksi di paru, tapi mengarahnya ke bakteri, waktu itu belum kita arahkan ke Covid-19 karena penyakit gula darah yang   susah kami kontrol, yang dinilai diatas normal. Dan itu sudah sesuai dengan protap untuk penanganan gula darahnya. Dan itupun sudah kita tangani bersama dengan bidang penyakit dalam", terangnya.
Kemudian dengan mewabahnya Virus Corona, jadi pihaknya tetapkan status pasien menjadi PDP karena itu kondisi yang terjadi saat ini. Pasien dengan penyakit kronis yang ada penyakit gula, jantung mungkin akan ditetapkan menjadi PDP.

"Karena kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan, walaupun kalau dilihat dari riwayatnya tidak termasuk Virus Corona saat itu. Karena hasil swab belum keluar jadi pemakaman pasien diberlakukan sesuai standar Covid-19. Kita sudah melakukan swab ini, besok (Sabtu, 4/4/2020) hasilnya akan keluar", sambungnya lagi.  

Sementara itu Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan secara grafik peningkatan kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat sangat naik. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Sawahlunto antisipasi dengan melakukan pembatasan Selektif dengan adanya posko di daerah perbatasan.

"Jika ada yang dicurigai, maka akan di karantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, SKB dan Mes Pemda yang ada di Sawahlunto. Dari ketiga tempat tersebut yang paling memungkinkan adalah Balai Diklat Tambang Bawah Tanah", tandasnya. (ton)

Terkini