Laboratorium Hewan Bukittinggi Disiapkan untuk Tes Covid-19

Minggu, 12 April 2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-04-12T10:00:08Z


(ilustrasi)
Bukittinggi, fajarsumbar.com - Balai Veteriner Bukittinggi bersiap untuk bisa menjadi tempat tes Virus Corona (Covid-19). Penyesuaian pun dilakukan dalam tiga hari. Jika disetujui, lokasi ini bisa menguji 50 sampel per hari.

Saat ini, penggunaannya masih menanti izin dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).


"Balai Veteriner Bukittinggi sedang dalam proses untuk diizinkan menguji sampel virus manusia. Sudah saya supervisi ke sana. Ada beberapa perbaikan dan renovasi ruangan. Peralatan dan personil cukup," kata Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas (Unand) Andani Eka Putra, dalam keteranganya, Sabtu (11/4/2020).

Diketahui, Balai Veteriner Bukittinggi berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Terdapat 8 Balai Veteriner seluruh Indonesia. Wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi mencakup Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau.
"Karena mereka laboratorium hewan, jangan sampai virus hewan dan virus manusia bercampur limbahnya. Kalau virus bercampur, terjadi proses rekombinasi, virus yang hanya menginfeksi hewan bisa menginfeksi manusia. Itu yang harus dijaga. Limbahnya harus dikontrol," ujar Andani.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Krisnandana, mengatakan secara teknis pihaknya bisa melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) karena memiliki alat dan bahan seperti yang dimiliki laboratorium Unand. Pihaknya juga terbiasa memeriksa virus, parasit, dan bakteri.


"Bedanya, kami memeriksa virus hewan, sedangkan laboratorium Unand memeriksa virus manusia. Karena itu, kami perlu melakukan penyesuaian dengan rekomendasi yang diberikan laboratorium Unand," kata Krisnandana.


"Misalnya, alur penerimaan sampel, pengelolaan limbah virus, dan hal-hal di luar pengujian virus. Penyesuaian ini selesai dalam tiga hari ke depan," ujarnya menambahkan.
 


Krisnandana mengatakan Balai Veteriner Bukittinggi akan melakukan simulasi tes PCR dengan sampel virus manusia bersama laboratorium Unand setelah persiapan selesai.

Balai Veteriner Bukittinggi, katanya, dapat menguji 50 sampel sehari. Sampel yang bisa mereka periksa tak sebanyak sampel yang diperiksa laboratorium Unand karena ketersediaan alat dan keterbatasan personil.


Seribu sampel
Di sisi lain, Andani mengatakan Laboratorium Unand mengutamakan pemeriksaan sampel pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga medis, dan orang dalam pemantauan (ODP).


"Target 200 sampel sehari jika kondisi parah," katanya.
Pihaknya mengaku mempunyai ribuan reagen untuk menguji sekitar seribu sampel swab orang yang terindikasi terpapar Virus Corona.

Terdapat tiga jenis reagen untuk memeriksa satu sampel dalam tes polymerase chain reaction (PCR), yakni reagen primer, reagen ekstraksi RNA, dan reagen campuran (master mix).


"Sudah dipesan sepuluh kotak lagi. Kalau sepuluh kotak itu tiba, ditambah enam kotak, reagen kami bisa menguji seribu sampel," kata Andani.


Namun, Andani mengaku pihaknya masih kekurangan reagen ekstraksi RNA yang saat ini hanya tersisa satu kotak. Itu berisi 250 reaksi untuk menguji 50 sampel, yang merupakan pinjaman dari Balai Veteriner Bukittinggi.
"Impornya terbatas, yakni 200 kotak untuk dijual ke seluruh Indonesia. Seharusnya pemerintah membantu menambah impor itu," ujarnya.

"Kalau kehabisan reagen, kami beli lagi. Uangnya dari Pemprov Sumbar," ujarnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Sejak 24 Maret, Laboratorium Unand sudah memeriksa lebih dari 850 sampel. (*)

Terkini