Korsel Laporkan Penurunan Jumlah Kasus COVID-19

Senin, 20 April 2020, 01:00 WIB Last Updated 2020-04-19T18:00:02Z


(ilustrasi)

Seoul, fajarharapan.com — Korea Selatan (Korsel) melaporkan delapan kasus terbaru COVID-19 yang menandai pertama kalinya penurunan terjadi dalam waktu dua bulan. 

Kenaikan jumlah kasus hanya satu digit angka membuat negara itu lebih percaya diri dalam meringankan pandemi yang melanda dan memberi dampak cukup besar. 
 
Angka untuk kasus yang terdeteksi pada Sabtu (18/4/2020) adalah 18. Secara keseluruhan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan total kasus COVID-19 di Korsel adalah 10.661. 

Setelah melaporkan kasus COVID-19 pertama pada 20 januari lalu, jumlah kasus baru setiap hari di negara itu tetap dalam satu digit hingga 18 Februari. Namun, setelah tanggal itu jumlah pasien meningkat secara pesar, berpusat pada anggota kelompok gereja di Daegu, kota keempat terbesar di Korsel, serta infeksi kluster lainnya dari rumah sakit.

Jumlah kasus baru per hari di Korsel mencapai puncak, yaitu sebanyak 909 pada 29 Februari. Namun, di belakang upaya habis-habisan negara itu untuk menahan penyebaran virus corona baru, jumlah infeksi baru yang diumumkan tetap di bawah 30 dari Senin hingga Jumat dan merosot ke bawah 20 pada Sabtu (18/4/2020).

Meski terdapat tanda-tanda penurunan dan perlambatan penyebaran COVID-19, otoritas kesehatan masih tetap waspada terhadap kasus-kasus baru yang datang dari luar negeri, serta atas mereka yang dites positif. 

Dari delapan kasus baru, lima terdeteksi dari kedatangan dari negara asing. Jumlah total kasus tersebut mencapai 998, mengambil sekitar 9 persen dari keseluruhan.

Korsel telah melakukan tes COVID-19 kepada 550.109 warga hingga saat ini. Penurunan jumlah kasus infeksi diyakini karena tes yang dilakukan selama akhir pekan. 
Otoritas kesehatan melakukan 4.275 tes pada Sabtu (18/4/2020), yang turun tajam dari 8.371 yang diunggah pada hari sebelumnya. 

KCDC mengatakan meski jumlah infeksi baru telah berkurang, namun penurunan dimungkinkan karena langkah sosial yang dibuat pada pekan lalu. 

"Meskipun jumlah infeksi baru telah berkurang, penurunan itu dimungkinkan karena langkah sosial yang dibuat sampai minggu lalu. Mempertimbangkan Paskah dan pemilihan umum, kami berencana untuk melihat lebih dekat untuk satu minggu lagi,” ujar KCDC dalam sebuah pernyataan, Ahad (19/4/2020). 

Korsel mengadakan pemilihan umum pada Rabu (15/4/2020). Meski pandemi melanda, lebih dari 29 juta warga di negara itu tetap memberikan suara di tempat pemungutan suara nasional menggunakan masker wajah dan sarung tangan plastik sebagaimana dikutip pada republika.co.id.

Sementara jumlah kematian akibat COVID-19 di Korsel mencapai 234. Jumlah pasien yang dibebaskan dari karantina setelah melakukan pemulihan penuh mencapai 8.042, naik 105 dari hari sebelumnya. (*)


Terkini