Notification

×

adsense

Iklan

KAN Painan Tiadakan Tradisi Ratusan Tahun Sambut Ramadhan

Selasa, 21 April 2020 | 11:23 WIB Last Updated 2020-04-21T04:23:36Z


Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah

Painan, Fajarharapan.com- Wabah
Corona benar-benar mengubah segalanya. Balimau Paga, tradisi yang telah berusia ratusan tahun, sebagai acara adat menyambut Ramadhan, pada tahun ini tidak dilaksanakan di Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Painan Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah, Selasa (21/4) mengatakan, ditiadakannya Balimau Paga adalah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona dan sekaligus mematuhi Maklumat Kapolri yang melarang berkumpul dan kerumunan. Lagi pula Provinsi Sumbar sudah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang mulai berlaku besok (Rabu, 2 April).

Menurut Syafrizal, Balimau Paga ini biasanya dilaksanakan di sungai Batang Painan sehari sebelum datangnya Ramadhan. Seluruh ninik mamak dari semua suku hadir lengkap. Disiapkan pula air yang sudah bercampur limau (jeruk nipis) dan bunga rampai.

Selain mencuci muka dengan air limau sebagai makna membersihkan diri, tradisi Balimau Paga ini adalah ajang silaturahmi mamak dengan seluruh anak kemenakan dari semua suku yang ada sehingga  acara ini biasanya sangat ramai, bahkan bisa dihadiri oleh ribuan orang termasuk perantau.

"Karena Maklumat Kapolri adalah melarang berkumpul dan kerumunan untuk mengantisipasi wabah Corona serta Protokol Kesehatan menjaga jarak atau physical distancing, maka KAN Painan memutuskan untuk tidak mengadakan tradisi Balimau Paga  tahun ini," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar ini.

Keputusan untuk meniadakan tradisi Balimau Paga ini disepakati KAN Painan dalam pertemuan terbatas pengurus. Hadir dalam pertemuan itu Ketua KAN Syafrizal , Sekretaris KAN Asril Zakaria Rajo Mudo, Ketua I KAN Harwal Nurdin Datuk Rajo Johan,  Ketua II KAN Yusrizal Datuk Kando Marajo dan Penasehat KAN Sutarto, Rangkayo Mulie.

KAN Painan juga tidak menyelenggarakan Ziarah Bersama untuk membersihkan pandam kuburan atau makam nagari. Jika ingin berziarah diserahkan pada masing-masing keluarga dengan mengindahkan Protokol Kesehatan yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Syafrizal kepada dunsanak yang berada di rantau untuk menahan diri, sebaiknya tidak pulang kampung dalam upaya memutus penyebaran Virus Corona  dan sama-sama menjaga supaya semua sehat. (*)

adsense

×
Berita Terbaru Update