Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Italia Akan Longgarkan Lockdown Agar Warga Bisa Ibadah

Selasa, 28 April 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-04-28T02:00:07Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, berencana melonggarkan penerapan penguncian wilayah (lockdown) akibat virus corona di seluruh wilayah negara tersebut dalam beberapa pekan mendatang, untuk memberi sedikit keleluasaan bagi para penduduknya menunaikan ibadah keagamaan.
"Saat ini semua orang mulai memasuki fase koeksistensi dengan virus dan kita harus sadar bahwa kurva penularan dapat meningkat lagi di beberapa daerah di negara ini. Risiko selalu ada dan kita harus menghadapinya sesuai metodologi dan akurat," kata Conte dalam pidato dari Istana Presiden di Roma yang disiarkan secara langsung, Senin (27/4/2020).
Conte juga akan mencabut larangan pemakaman di negara itu juga pada 4 Mei mendatang.
Meski begitu, pemerintah Italia masih tetap memberlakukan pembatasan perjalanan.
Dalam sebuah konferensi pers, Conte menyatakan bahwa prosesi pemakaman luar ruangan akan diizinkan tetapi hanya boleh dihadiri paling banyak 15 anggota keluarga. Dia juga mengatakan memahami penderitaan masyarakat yang tidak dapat menjalankan kebebasan beribadah.

Lalu sektor manufaktur dan konstruksi juga akan dibuka kembali seluruhnya, sementara bar dan restoran akan diizinkan memberi pelayanan pesan antar.

Conte memperingatkan bahwa langkah-langkah menjaga jarak (social distancing) harus tetap dihormati.
"Jika kita tidak menghargai social distancing, kurva (penyakit) akan naik kembali dan menjadi tidak terkendali, kematian akan meningkat, dan perekonomian kita akan menderita kerusakan permanen. Jika Anda mencintai negara ini, tetaplah menjaga jarak!," ujar Conte.
Conte menambahkan, pada 18 Mei pembatasan lain akan mulai dicabut. Seperti pembukaan museum dan perpustakaan, dan tim olahraga dapat kembali berlatih di luar ruangan.

Pada 1 Juni, pemerintah Italia berencana untuk membuka kembali tempat pangkas rambut, salon kecantikan, layanan relaksasi, dan kegiatan perawatan diri lainnya secara lebih luas.

Meski begitu, sekolah akan tetap ditutup selama fase tersebut. Jika tidak, Conte memperingatkan kemungkinan timbulnya gelombang wabah baru dalam satu atau dua pekan sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
Hingga hari ini tercatat kasus positif virus corona di Italia mencapai 197.675 orang. Sebanyak 64.928 orang dinyatakan sembuh, dan 26.644 lainnya meninggal dunia. (*)
×
Berita Terbaru Update