Erupsi Hingga Pagi, Status Gunung Anak Krakatau Tetap Waspada

Sabtu, 11 April 2020, 15:00 WIB Last Updated 2020-04-11T08:00:12Z


(anak Karakatau erupsi)
Jakarta, fajarharapan.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau tak dinaikkan dan masih level II (Waspada) meski sempat mengalami erupsi dan melontarkan kolom abu setinggi 657 meter pada Jumat (10/4/2020) malam hingga Sabtu dini hari tadi.

Agus juga menyatakan masyarakat tak perlu panik karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mereda.

"Status masih waspada [Level 2] dan aktivitas vulkanik sudah reda. Masyarakat dihimbau tidak panik," kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2020).
Diketahui, Gunung Anak Krakatau berada dalam status aktivitas Level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019 lalu. Status itu mengalami peningkatan sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.

Terdapat empat level aktivitas gunung berapi, yaitu normal (tidak ada perubahan secara visual dan seismik), waspada (menunjukkan peningkatan aktivitas), siaga (terjadi peningkatan seismik secara intensif dan terlihat secara visual), dan awas (sedang dalam kondisi kritis dan dapat menimbulkan bencana).

Lebih lanjut, Agus menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan kolom abu setinggi 657 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.

"Dari pantauan PVMBG terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4/2020) pada pukul 05.44 WIB," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menyatakan kondisi mutakhir tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, pada Pukul 04.00 WIB, Sabtu (11/4/2020).

Ia juga menyatakan masyarakat di wilayah sepanjang pantai di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, warga masih berjaga-jaga dan ronda untuk memantau kondisi yang ada sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Sampai pagi ini belum ada laporan kerusakan, petugas BPBD dan aparat setempat akan terus memantau dan melaporkannya," kata Agus. (*)

Terkini