Emas Antam Turun, Rp 939 Ribu per Gram

Kamis, 16 April 2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-04-16T10:00:04Z


(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp 939 ribu per gram pada Kamis (16/4/2020) atau turun Rp4.000 dari Rp943 ribu per gram pada Rabu (15/4/2020). Sementara harga pembelian kembali (buyback) turun Rp3.000 per gram dari Rp840 ribu menjadi Rp837 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp494 ribu, 2 gram Rp1,82 juta, 3 gram Rp2,71 juta, 5 gram Rp4,51 juta, 10 gram Rp8,96 juta, 25 gram Rp22,3 juta, dan 50 gram Rp44,53 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp89 juta, 250 gram Rp222,25 juta, 500 gram Rp444,3 juta, dan 1 kilogram Rp888,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.745,9 per troy ons atau menguat 0,33 persen. Namun, harga emas di perdagangan spot justru melemah 0,13 persen ke US$1.714,85 per troy ons pada pagi ini.
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasonal masih cukup mengkilap pada hari ini berkat sentimen stimulus ekonomi dari bank sentral AS, The Federal Reserve. The Fed sebelumnya menyatakan bakal memberikan pinjaman senilai US$2,3 triliun di tengah penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

"Hal ini membuat harga emas masih terjaga di atas US$1.700 per troy ons," ungkap Ariston, Kamis (16/4/2020).

Selain itu, ada pula sentimen memburuknya data-data ekonomi di Negeri Paman Sam. Misalnya, data penjualan ritel di AS terjun ke minus 8,7 persen pada Maret 2020. Kondisi ini merupakan yang terendah dalam sejarah Negeri Paman Sam sejak 1992.

Selain itu, indeks aktivitas manufaktur di kawasan New York juga terjun bebas hingga minus 78,2 persen. Hal ini membuat pelaku pasar kembali khawatir dan lebih memilih emas yang merupakan aset safe haven sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Proyeksinya harga emas berpotensi bergerak di kisaran US$1.700 hingga US$1.730 per troy ons pada hari ini," katanya. (*)


Terkini