Disinfeksi Selesai, Status Karantina Diamond Princess Dicabut

Sabtu, 11 April 2020, 13:00 WIB Last Updated 2020-04-11T06:00:12Z


(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com- Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) mencabut status karantina kapal pesiar Diamond Princess pada awal April lalu.

Selain mencabut status karantina, MHLW memberikan sertifikat layak berlayar tanpa jejak COVID-19 pada Diamond Princess.

Pencabutan status ini dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan proses disinfeksi menyeluruh pada kapal.
Dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu, pihak Princess Cruises menyatakan, proses disinfeksi dimulai dengan pelucutan dan pengeluaran semua produk linen, selimut, bantal dan bahan-bahan lainnya dari kapal pesiar.

Tim pekerja mendisinfeksi seluruh kapal termasuk semua permukaan yang memiliki frekuensi sentuhan tinggi seperti koridor, pegangan tangan, gagang pintu, dan sebagainya. Semua jenis lantai (karpet dan tak berkarpet), sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) di seluruh kapal juga dilakukan disinfeksi.

Sesuai rencana, Diamond Princess telah pindah dari lokasinya yang sebelumnya di terminal Daikoku di pelabuhan Yokohama ke galangan kapal terdekat untuk menyelesaikan perbaikan hotel, termasuk penggantian semua kasur, linen, mesin permainan, area mainan, peralatan layanan lainnya, serta beberapa proyek bersifat teknis lainnya. Fase ini diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2020 sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sebelumnya, Princess Cruises menghentikan operasi global yang membawahi 18 kapal pesiar hingga tanggal 10 Mei mendatang setelah ditemukannya pasien positif COVID-19 beberapa waktu lalu dan dikarantina. (*)

Terkini