Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Delapan Negara Beri RI Bantuan Medis untuk Hadapi Corona

Rabu, 08 April 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-04-08T02:00:02Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menuturkan ada delapan negara yang sejauh ini telah memberikan bantuan bagi Indonesia untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19).
Retno menjelaskan delapan negara itu yakni Jepang, Amerika Serikat, Singapura, China, Vietnam, Korea Selatan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

"Bantuan ini biasanya terkait alat kesehatan. Ada uang memberi berupa masker, test kit, APD, ventulator, hand sanitizer, desinfektan, dan lain-lain," kata Retno saat rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara virtual pada Selasa (7/4/2020).
Menurut dia, saat ini pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama pengadaan alat rapid test bersama pemerintah Korea Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Cecep Herawan, mengatakan selain dari pemerintah, Indonesia juga menerima bantuan dari enam organisasi internasional dan 38 pihak swasta asing.
Cecep menyebut keenam organisasi internasional itu adalah Badan kesehatan Dunia (WHO), Asian Development Bank (ADB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP), dan Global Fund.

"Sementara itu bantuan asing swasta berasal dari pihak swasta atau non-pemerintah (NGO) enam negara yakni China, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Prancis, dan Rusia," tutur Cecep.

Meski begitu baik Retno maupun Cecep tak menjelaskan lebih rinci jumlah bantuan yang diberikan masing-masing negara dan organisasi tersebut.

Sejauh ini AS telah mengucurkan bantuan investasi sebesar Rp37,6 miliar bagi Indonesia untuk menangani wabah corona. 

Singapura dan Rusia juga telah memberi bantuan alat kesehatan, obat-obatan, hingga pemindai termal kepada Indonesia.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Nayar menyatakan berbagai bantuan tersebut sudah diterima langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Jumat (3/4/2020) kemarin.
Mengutip laman Facebook Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, pemerintah Negeri Singa memberikan 30 ribu tes diagnostik dan lima mesin Polymerase Chain Reaction (PCR). Keduanya bisa digunakan untuk mendeteksi virus corona pada tubuh pasien.
Singapura juga memberikan 1.050 Alat Pelindung Diri (APD), 100 media transportasi viral, dan empat pemindai termal. "Barang-barang ini akan dikerahkan di Jakarta, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara," tulis Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, dikutip Sabtu (4/4/2020).

Sementara pemerintah Rusia memberikan bantuan berupa obat-obatan yang terdiri dari Cycloferon dan Reamberin. Keduanya merupakan obat untuk pasien yang terjangkit virus corona, baik dalam kondisi berat dan sedang.
Selain itu, kedua obat itu bisa juga digunakan untuk meningkatkan resistensi pada sistem imunitas sehingga bisa digunakan untuk pencegahan perkembangan virus. Khususnya bagi para tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan pasien virus corona sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
Mengutip laman Facebook Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, bantuan diberikan sebagai donasi dari produsen obat terbesar di Rusia, Polysan Ltd. Bantuan diberikan pada Kamis (2/4) lalu melalui perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri. (*)
×
Berita Terbaru Update