Notification

×

adsense

Iklan

Covid 19 Bunuh Hampir 50 Ribu Orang di AS

Jumat, 24 April 2020 | 17:00 WIB Last Updated 2020-04-24T10:00:01Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Wabah virus corona (Covid-19) telah menewaskan hampir 50 ribu orang di Amerika Serikat, Jumat (24/4/2020).

Berdasarkan data statistik John Hopkins University, angka kematian corona di AS telah mencapai 49.861 orang dengan catatan 868.395 kasus positif per hari ini.

Negara bagian New York memiliki jumlah kasus corona tertinggi yakni mencapai 263.460 pasien dengan catatan kematian sebanyak 20.971 orang.
New Jersey, Massachusetts, dan California, menjadi negara dengan kasus terbanyak kedua, ketiga, dan keempat.

Kasus kematian (Covid-19) tercatat paling banyak terjadi Kota New York yakni mencapai 16.388 pasien.

Berdasarkan data-data tersebut, AS masih menjadi negara yang paling terdampak penyebaran pandemi corona. AS merupakan negara dengan kasus serta kematian corona tertinggi di dunia saat ini.
Sejumlah ahli menganggap minimnya pemeriksaan dan tes corona mengindikasikan bahwa jumlah kasus terinfeksi lebih banyak lagi dari yang sudah terlaporkan.

Pekan lalu, AS mencatat dua kali rekor kematian tertinggi dalam sehari yakni 4.591 orang pada Kamis (16/4/2020), dan Jumat 3.856 orang.
Namun, angka-angka kematian itu diyakini belum menggambarkan jumlah sebenarnya yang belum masuk laporan perhitungan.

Seorang perempuan di California, Patricia Dowd, diduga menjadi pasien virus corona pertama yang meninggal di Amerika Serikat. Perempuan itu diketahui meninggal pada 6 Februari lalu.

Hal itu baru terungkap sebab sebelumnya AS melaporkan kematian pertama pada 29 Februari 2020 yakni seorang pria berusia 50 tahun di negara bagian Washington sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.
Meski lonjakan kasus positif dan kematian masih terjadi, sejumlah negara bagian AS seperti Georgia dan Texas berencana mulai melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan seperti membuka beberapa bisnis. (*)

adsense

×
Berita Terbaru Update