Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bayi 4 Bulan di Sumsel Positif Corona

Minggu, 19 April 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-04-19T02:00:04Z
(ilustrasi)
Palembang, fajarharapan.com - Seorang bayi berusia empat bulan di Sumatera Selatan dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Bayi berusia empat bulan itu berasal dari Muara Enim.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Zen Ahmad berujar, gejala yang dialami bayi perempuan tersebut yakni pneumonia berat. Setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa dengan tes swab, bayi tersebut positif.

"Awalnya pneumonia berat saat masuk rumah sakit, kita swab ternyata positif. Yang kontak erat dengan balita tersebut kita ambil swab semua, bukan hanya ibunya saja," ujar Zen, Sabtu (18/4/2020).
Bayi tersebut merupakan satu dari 30 kasus positif baru di Sumsel hingga hari ini. Total secara keseluruhan sudah 84 orang di Sumsel yang positif terjangkit Covid-19.
Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan, dari 30 kasus baru tersebut, 22 orang merupakan warga Palembang, satu berdomisili Banyuasin, satu warga Ogan Ilir, tiga orang warga Ogan Komering Ulu, satu Prabumulih, satu dari Ogan Komering Ilir, dan satu dari Muara Enim.
Selain Prabumulih dan Palembang, saat ini belum ada daerah lain di Sumsel yang ditetapkan sebagai zona merah. Meskipun terdapat tiga pasien positif dengan status transmisi lokal di Ogan Komering Ulu, mereka terpapar dari pasien positif sebelumnya dari Palembang.

"Dari 30 yang baru ini ada tiga kasus yang belum diketahui impor atau transmisi lokal. Yakni yang bayi perempuan usia empat bulan warga Muara Enim, perempuan (67) warga Prabumulih, serta laki-laki (30) warga Banyuasin," ungkap Yusri.

Selain bayi empat bulan, Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Ahmad Syamsudin dan istrinya juga dinyatakan positif corona.
Direktur Operasional BSB, Ofiandi membenarkan hal tersebut. Ahmad bersama istrinya Wina Ramadina dinyatakan positif usai melakukan perjalanan ke Jakarta.
Pada Jumat (10/4/2020), Ahmad bersama istrinya pergi ke Jakarta untuk memakamkan orang tuanya yang meninggal. Sabtu (11/4/2020) mereka berdua langsung kembali ke Palembang.

"Semenjak merebak Covid-19, BSB memang sudah menerapkan SOP, karyawan yang pergi ke zona merah penyebaran tidak diperkenankan masuk kantor dan harus bekerja dari rumah selama 14 hari setelah keberangkatan," kata dia.

"Maka pak Dirut juga tidak masuk kantor dan memimpin rapat harian melalui video conference," ujar Ofiandi.

Meskipun tidak mengalami gejala apapun, Ofiandi mengungkapkan, Ahmad beserta istrinya datang ke RS Siloam Palembang untuk menjalani tes swab. Hingga akhirnya pada Jumat (17/4/2020), Ahmad dan istrinya terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

"Beliau saat ini menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan langsung dari dokter RS Siloam. Pak Ahmad ini OTG (Orang Tanpa Gejala) karena saat memimpin rapat juga terlihat sehat, seperti biasa saja," ujar dia.

Orang-orang yang melakukan kontak dengan Ahmad dan istri sepulang dari Jakarta yakni sopir, satpam serta asisten rumah tangga kini sudah menjalani rapid tes dan dinyatakan negatif Covid-19.
Saat ini BSB masih beroperasional seperti biasa meski Ahmad positif corona. Karena itu dia mengimbau nasabahnya untuk tidak panik.
"Nasabah tidak perlu khawatir, kita jalan terus. Sekarang kita sedang konsen menghadapi beberapa dampak Covid-19 terhadap perbankan," kata dia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Diketahui hingga hari ini, terdapat 2.422 orang dalam pemantauan (ODP) di Sumsel. Sebanyak 1.844 orang telah melalui proses, sisa 578 masih dalam pemantauan.

Sementara jumlah PDP di Sumsel sebanyak 94 orang. Sebanyak 63 orang dinyatakan negatif dan 31 lainnya masih dirawat. (*)
×
Berita Terbaru Update