Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Atasi Kekurangan Stok, Kodim 0306/50 Kota Gelar Donor Darah

Selasa, 07 April 2020 | 08:56 WIB Last Updated 2020-04-07T01:56:47Z
Bupati 50 Kota H. Irfendi Arbi meninjau kegiatan donor darah Kodim 0306/50 Kota di Makodim 0306/50 Kota di Tanjung Pati, Senin (6/4).

Limapuluh Kota, fajarharapan.com
- Guna mengatasi kekurangan persediaan darah dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Kodim 0306/50 Kota menggelar donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD Adnan WD. 


Kegiatan bakti sosial itu dilaksanakan di Makodim 0306/50 Kota di Tanjung Pati, Senin (6/4/2020 ) dan disaksikan langsung Bupati 50 Kota H. Irfendi Arbi.

Bupati Irfendi Arbi mengaku sangat berterimakasih kepada jajaran Kodim yang dipimpin Letkol. Kav. Ferry Lahe tersebut. Menurutnya, ini merupakan kegiatan yang sangat membantu PMI dalam rangka mengantisipasi kekurangan persediaan darah dalam situasi dan kondisi wabah Covid-19 dewasa ini.

“Kegiatan donor darah ini merupakan upaya untuk mengatasi kekurangan persediaan darah dalam situasi mewabahnya covid-19 di negeri ini. Kita tentu sangat berterimakasih kepada seluruh personil di Kodim 0506/50 Kota,” ungkap Bupati Irfendi seperti yang dirilis Bagian Humas Setdakab.

Dikatakan, donor darah itu merupakan wujud bakti para personil  Kodim 0306/50 Kota bersama PMI yang sangat patut diapresiasi.  Dengan adanya pasokan darah tersebut, diharapkan daerah ini tidak dihantui kekhawatiran kehabisan stok darah.

“Yakinlah, donor darah ini menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan berlimpah dari Allah SWT,” ujar Irfendi.

Lebih jauh Irfendi Arbi mengajak seluruh pihak dan elemen masyarakat di daerahnya untuk tetap bersatu padu memerangi virus yang mematikan tersebut. Caranya adalah dengan menerapkan gerakan hidup bersih dan sehat, sering mencuci tangan dengan sabun, rajin berolahraga, menjaga jarak, tetap berada di rumah, mengkonsumsi makanan bergizi dan lainnya.

Sementara itu dokter penanggung jawab kegiatan donor darah itu, dr. Junaidi kepada wartawan menyebut, jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 35 orang, namun yang memenuhi persyaratan sebanyak 33 orang.

“Para pendonor yang kita ambil harus melewati prosedur dan memenuhi sejumlah indikator bidang kesehatan, termasuk di dalamnya screning. Hanya peserta yang memenuhi persyaratan saja yang kita ambil darahnya,” papar Junaidi. (jon)
×
Berita Terbaru Update