Asli Chaidir Mendukung, Menag Terbitkan Edaran Tarawih dan Shalat Ied di Rumah

Senin, 06 April 2020, 19:00 WIB Last Updated 2020-04-06T17:45:37Z




 
H. Mhd Asli Chaidir, SH


Jakarta, Fajarharapan - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran terkait panduan  beribadah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri di tengah wabah Corona.

Edaran yang ditujukan bagi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag kab/kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) seluruh Indonesia tersebut diteken Fachrul pada Senin (6/4).

Fachrul menyebutkan, surat edaran itu dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Terbitnya edaran Menag ini, didukung oleh Anggota Komisi VIII DPR, H. Mhd Asli Chaidir. Bahkan Asli meminta jajaran Kemenag hingga ke tingkat kecamatan termasuk pemerintah terus menyosialisasikan edaran ini, jangan nanti sampai salah persepsi dan tidak tersosialisasi secara maksimal.

"Ajak juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan edaran ini, sehingga umat Islam yang berada di pelosok negeri, bisa memahami dan mengerti. Sebab sampai sekarang, jangankan di pelosok negeri, di pusat kota saja masih ada masyarakat yang belum paham soal virus Corona dan dampaknya," terang politisi PAN asal Sumbar ini.

Asli menekankan hal ini, lantaran bagi umat Islam, Ramadhan dan Idul Fitri adalah momentum untuk memperbanyak ibadah di rumah Allah, saling berbagi dan silaturrahmi. Dan semua itu ada keramaian dan berkumpul. Tapi dengan musibah kali ini, penyebaran virus Corona yang dahsyat dan menuntut semua pihak untuk menghindari keramaian dan jaga jarak, tentu hal tersebut tak bisa dilakukan secara berkumpul atau beramai-ramai lagi..

Menurut Asli yang salah satu mitra kerjanya  di Komisi VIII adalah Kemenag, hal tersebut hendaknya menjadi perhatian jajaran Kemenag. Jangan hanya sekadar SE saja, tapi
dioperasionalkan secara maksimal di lapangan, agar umat Islam paham sehingga mengikuti SE tersebut.

Beberapa poin yang tertuang dalam Surat Edaran Kemenag Nomor 6 tahun 2020, antara lain, sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, sehingga tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama.

Selanjutnya, buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushalla ditiadakan. Peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushalla ditiadakan.

"Juga tdak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh)  malam terakhir bulan Ramadan di masjid/mushalla dan salat tarawih dan tadarus Alquran juga dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah," sebut Menag.

Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan juga ditiadakan.  Untuk itu, Menteri Agama berharap MUI mengeluarkan fatwa terkait hal ini.

Kegiatan takbiran keliling pun dilarang pemerintah. Takbiran cukup dilakukan di masjid/mushalla dengan menggunakan pengeras suara. Sementara itu, halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika Idul Fitri, diminta dilakukan melalui media sosial dan video call/conference saja. (***)

Terkini