Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Akibat Corona, Pemerintah Tunda Pendaftaran Sekolah Kedinasan

Jumat, 10 April 2020 | 01:00 WIB Last Updated 2020-04-09T18:00:04Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.com - Pemerintah menyatakan menunda pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2020. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Paryono menyatakan penundaan ini disebabkan meningkatnya jumlah kasus virus corona (Covid-19).
"Dengan kondisi status tanggapan darurat bencana nonalam pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pemerintah memutuskan melakukan proses penundaan seleksi Sekolah Kedinasan," ujar Paryono dalam keterangan resminya, (7/4/2020).
Paryono menjelaskan belum bisa memberikan kepastian waktu penundaan pendaftaran berakhir. Adapun perubahan jadwal seleksi Sekolah Kedinasan tahun 2020, kata dia, akan disampaikan melalu Surat Edaran dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
"Penundaan ini berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 di Indonesia, perubahan seleksi sekolah kedinasan nanti akan diberitahu melalui SE dari Panselnas," kata dia.
Sebelumnya pada rapat kerja Panselnas, pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan akan dilaksanakan pada 9 - 30 April 2020. 
Beberapa instansi pemerintahan yang diundur pendaftarannya yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), BMKG dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain penundaan pendaftaran sekolah kedinasan, BKN juga menunda pelaksanaan tes SKB untuk seleksi CPNS. Penundaan SKB ini tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi (PANRB) Tjahjo Kumolo pada 17 Maret 2020.

Sejak pasien positif corona pertama di Indonesia diumumkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret lalu, hingga per 7 April 2020 telah tercatat 2.738 kasus positif. Di antara kasus positif itu 221 meninggal, dan 204 sembuh sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Selain itu, dikutip dari situs resmi pemerintah covid19.kemkes.go.id, wilayah yang menjadi transmisi penularan lokal di Indonesia saat ini tercatat ada 28 daerah di 13 provinsi. Transmisi lokal sendiri merujuk pada penularan Covid-19 antara orang per orang yang terjadi di suatu wilayah. (*)

×
Berita Terbaru Update