1 Bocah dari Suku Pedalaman Amazon Meninggal Usai Terinfeksi Corona

Sabtu, 11 April 2020, 20:00 WIB Last Updated 2020-04-11T13:00:02Z


(ilustrasi)

Brasilia, fajarharapan.com - Seorang bocah dari suku Yanomami yang tinggal di pedalaman hutan Amazon, dilaporkan meninggal dunia usai terinfeksi penyakit akibat virus Corona (COVID-19). 

Otoritas Brasil menyebut bahwa virus Corona telah memicu kekhawatiran bagi suku pedalaman di hutan Amazon yang diketahui sangat rentan terhadap penyakit.

Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun itu menjadi anggota pertama dari suku Yanomami yang terinfeksi virus Corona. Bocah itu dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) sebuah rumah sakit di Boa Vista, ibu kota wilayah Roraima, sejak sepekan lalu.

Kementerian Kesehatan Brasil dalam pernyataannya mengumumkan bahwa bocah itu meninggal dunia akibat komplikasi pernapasan parah pada Kamis (9/4/2020) malam waktu setempat.

Anggota suku pedalaman di hutan Amazon sangat rentan terhadap penyakit yang dibawa dari dunia luar. Sebuah kelompok pembela hak suku Yanomami menyebut bocah 15 tahun itu melakukan kontak dengan 'banyak' anggota suku lainnya sebelum mulai menunjukkan gejala-gejala virus Corona.

Asosiasi Hutukara, nama kelompok pembela suku Yanomami, menyalahkan 'perawatan medis tidak memadai' atas kematian bocah itu. Disebutkan bahwa bocah itu dibiarkan dua minggu tanpa ada diagnosis yang jelas, sejak pertama masuk rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.

Diserukan Asosiasi Hutukara bahwa pemerintah Brasil harus melacak dan membantu suku Yanomami dalam menjalani pemeriksaan dan melakukan isolasi mandiri. 

Pemerintah Brasil juga didorong untuk menindak tegas para penambang emas ilegal di wilayah-wilayah suku pedalaman, yang diyakini menjadi sumber penularan.

Katia Brasil selaku editor pada kantor berita Amazonia Real -- khusus isu-isu suku pedalaman Amazon -- menyebut bahwa wabah besar di kalangan suku pedalaman akan mengarah pada 'genosida'.

"Penyakit ini sangat berbahaya bagi kami. Ini hari yang sangat menyedihkan bagi Yanomami," ucap kepala suku Yanomami, Dario Yawarioma.

Brasil diketahui menjadi rumah bagi sekitar 800 ribu suku dari lebih 300 kelompok etnis. Suku Yanomami, yang dikenal dengan lukisan di wajah dan banyak tindik, memiliki sekitar 27 ribu anggota. 

Suku Yanomami sangat terisolasi dari dunia luar hingga pertengahan abad ke-20. Suku ini sempat dilanda penyakit seperti cacar dan malaria pada tahun 1970-an silam.

Bocah yang meninggal ini, diketahui sedang menempuh pendidikan untuk menjadi guru di cagar alam Boqueirao.

Surat kabar lokal, Globo, menyebut bocah itu menjadi orang ketiga dari suku-suku pedalaman di Brasil yang meninggal dunia usai terinfeksi virus Corona. Dua orang lainnya dari kelompok etnis Borari dan Muru sebagaimana dikutip pada detik.com.

Sedikitnya 8 orang dari lima suku dan kelompok etnis di Brasil dinyatakan positif virus Corona. Sejauh ini lebih dari 19.900 kasus virus Corona terkonfirmasi di Brasil, dengan jumlah kematian melebihi 1.000 orang. (*)

Terkini