Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pasien Sesak Nafas Diisolasi di RSUD M. Djamil Meninggal Dunia

Selasa, 17 Maret 2020 | 19:00 WIB Last Updated 2020-03-17T12:00:02Z


(evakuasi pasien ke M. Djamil)

Padang, fajarharapan.com - Seorang pasien yang dirujuk ke M. Djamil setelah mengalami sesak napas sepulang dari Malaysia meninggal dunia, Senin (16/3/2020) sekitar pukul 21.10 WIB.

“Pasien yang meninggal itu dalam pengawasan. Tapi ada penyakit penyerta lain, arahnya ke ginjal,” kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Senin (16/3/2020).


Gustavianof menjelaskan, pemeriksaan terhadap pasien tersebut sudah dilakukan oleh tim dokter, screening seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi.


“Tim dokter sudah banyak melakukan tindakan. Kemudian secara klinis arahnya riwayat penyakit lain,” jelasnya.


Pasien yang meninggal ini diketahui penumpang pesawat air asia (penerbangan dari malaysia).


Dia bersama tiga orang lainnya yang masuk pemeriksaan di RSUP M Djamil Padang pada Senin (16/3/2020). Dan dua orang lainnya rujukan salah satu rumah sakit di Sumatera Barat.


Diberitakan sebelumnya, seorang penumpang asal Malaysia diisolasi petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatra Barat dan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, Senin (16/3/2020).


Pasien tersebut mengalami sesak nafas, setelah diwawancarai petugas KKP, dia mengaku sesak nafas sudah tiga hari. Untuk antisipasi, maka dilakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Videonya kemudian viral di sosial media.
Dalam video yang berdurasi 2 menit 46 detik yang beredar di sosial media, terlihat seorang pasien memakai masker N-95 dinaikkan ke tempat tidur pasien. Pasien tersebut ditangani oleh beberapa petugas yang memakai alat pelindung diri (APD). Pasien itu dikurung di atas tempat tidur dengan kapsul darurat dan dinaikkan ke atas mobil ambulans.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II Yos Suwagiyono membenarkan informasi dan video yang beredar. Namun di sini ditekankan bahwa penumpang dimaksud baru dicurigai suspect corona. 


Karena memastikan seseorang terpapar virus corona harus melalui cek labor terhadap darah, dan itu baru bisa dilakukan di jakarta dan juga harus disampaikan resmi oleh pihak yang berkompeten.


Pada kesempatan ini, berdasarkan informasi dan laporan dari lapangan disampaikan kronologisnya saat penumpang melewati thermal scanner KKP di area kedatangan Internasional, terdeteksi satu orang penumpang dengan kondisi sesak nafas.


“Yang bersangkutan setelah di-interview oleh petugas KKP mengaku sudah tiga hari sesak nafas,” ujarnya sebagaimana yang dikutip padangkita.com.


Pihak KKP Bandara langsung melakukan penanganan sesuai protokol, penumpang tersebut langsung diisolasi dan di-interview oleh KKP BIM yg selanjutkan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut. (*)

×
Berita Terbaru Update