Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasus Corona Meningkat, UN SMA di Jawa Timur Diundur 6 April

Senin, 23 Maret 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-03-23T06:00:03Z

(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperpanjang libur siswa SMA dan menunda pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA. 
Pertimbangan penundaan, karena jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Jawa Timur meningkat. Hingga Minggu (22/3/2020), ada 41 pasien positif di Jawa Timur.

Khofifah memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK, dari yang semula hanya periode 16-29 Maret saja, kini diperpanjang hingga 5 April 2020.

"Kami ambil keputusan bahwa proses belajar di rumah bagi siswa didik sampai 5 april 2020," ujarnya saat di Gedung Negara Grahadi, Minggu (22/3/2020) malam.
Tak hanya itu, penyelenggaraan ujian nasional (UN) bagi siswa kelas XII SMA pun juga ditunda. Seharusnya mereka melaksanakan UN pada 30 Maret mendatang, namun kini mundur sampai pada 6 April 2020.

"Dengan demikian yang harusnya ujian nasional bagi siswa SMA semula 30 Maret diundur 6 April 2020," kata ujarnya. 

Kendati demikian, Khofifah meminta kepala sekolah dan kepala dinas selalu siap, jika sewaktu-waktu kepala dinas pendidikan memanggil mereka untuk rapat mendadak.

"Mereka harus stand by ketika sewaktu-waktu ada rapat kordinasi. Karena tanggal 30 Maret yang seharusnya ujian nasional, tetap mereka harus menyiapkan penyelenggaraan ujian nasional," ucapnya.

Mantan Menteri Sosial ini juga meminta warga Jatim agar selalu waspada dan menerapkan pencegahan terhadap SARS-COV-2 ini. Salah satunya ialah lebih membatasi diri keluar rumah menjaga jarak, sembari menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS).

"Tetap menjaga jarak sosial (social distancing), melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik," katanya.

Dia juga meminta masyarakat tak mendatangi tempat keramaian. "Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup," kata dia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Hingga Minggu (22/3/2020) malam, kasus Covid-19 di Jawa Timur terus meningkat, tercatat ada 41 pasien terkonfirmasi positif, 88 pasien dalam pangawasan (PDP), dan 999 orang dalam pemantauan (ODP). (*)
×
Berita Terbaru Update