Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Imbas Corona, Kepala BKN Sebut SKB CPNS 2019 Akan Ditunda

Selasa, 17 Maret 2020 | 06:00 WIB Last Updated 2020-03-17T03:12:12Z


(ilustrasi tes cpns 2019)


Jakarta, fajarharapan.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menyebut pelaksaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019 bakal ditunda.

Bima menyatakan meski pelaksaan SKB ditunda, pengumuman hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2019 tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal.

Adapun penundaan pelaksaan SKB CPNS 2019 itu dikarenakan mewabahnya virus Corona.

Menurut Bima, penundaan pelaksaan SKB sebagai bagian dari pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah. 

Hal itu disampaikan oleh Bima melalui postingan di akun facebooknya, Bima Haria Wibisana, Senin (16/3/2020).

"Pengumuman hasil tes SKD tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal. Namun demikian, pelaksanaan SKB rencananya akan ditunda beberapa saat sebagai bagian dari tindakan pencegahan Covid 19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah," tulis Bima. 

Belum diketahui penundaan akan berlangsung sampai kapan. 

Adapun jadwal SKB CPNS 2019 sedianya akan dimulai pada 25 Maret 2020. 
SKB diikuti oleh peserta CPNS 2019 yang dinyatakan lolos SKD. 

Pengumuman SKD akan dilakukan pada 22-23 Maret 2020.

Sebelumnya, pada Minggu (15/3/2020) sore, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono keputusan soal nasib SKB akan ditentukan pada rapat Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pada Selasa (17/3/2020).

"Belum ada keputusan, tunggu hasil rapat Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) dulu," kata Paryono, Minggu (15/3/2020). 

Paryono mengatakan, Panselnas akan melakukan rapat untuk membahas kelanjutan proses seleksi CPNS 2019 di tengah wabah virus corona.

Adapun salah satu agenda rapat Panselnas nanti adalah membahas kelanjutan SKB, apakah akan ditunda atau tetap sesuai jadwal.

Jadwal SKB, lanjut dia, berlangsung pada 25 Maret hingga 10 April 2020.
"Salah satu agenda rapat adalah apakah SKB akan ditunda, jika ditunda berapa lama," papar Paryono.

"Nanti Panselnas akan rapat membahas masalah ini, jadi memang belum ada keputusan karena baru akan dirapatkan. Tapi itu jadi agenda pembicaraan rapat," lanjut dia.

Tentang SKB
SKB merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan SKD.

Adapun yang berhak mengikuti SKB adalah mereka yang dinyatakan lolos passing grade dan perangkingan.

Jumlah mereka yang berhak mengikuti SKB adalah jumlah kebutuhan formasi dikalikan tiga.
Untuk pelaksanaan SKB di instansi daerah wajib menggunakan CAT.

Sedangkan, bagi instansi pusat yang tidak menyelenggarakan SKB dengan sistem CAT bisa menggunakan paling sedikit 2 jenis tes lain.

Pelaksanaan dan materi SKB di instansi pusat selain dengan CAT, dapat pula berupa:
  • Tes potensi akademik
  • Tes praktik kerja
  • Tes bahasa asing
  • Tes fisik atau kesamaptaan Psikotes,
  • Tes kesehatan jiwa, dan/atau
  • Wawancara
Dalam hal jabatan yang bersifat teknis atau keahlian khusus seperti pranata komputer, instansi daerah bisa melaksanakan SKB dalam bentuk tes praktik kerja sebagaimana dikutip pada tribunnews.com.

Instansi daerah hanya diperkenankan menambah 1 jenis tes selain SKB dengan CAT dan diberikan bobot paling tinggi 40 persen dari total nilai atau hasil SKB. Sehingga bobot nilai SKB dengan CAT menjadi 60 persen dari total nilai atau hasil SKB. (*)

×
Berita Terbaru Update