Notification

×

Horizontal

Iklan

Hasil Rapid Test, 8 Orang Reaktif Virus Corona di Kepri

Selasa, 31 Maret 2020 | 17:00 WIB Last Updated 2020-03-31T12:46:01Z

(ilustrasi)

Batam, fajarharapan.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah menggunakan dua metode tes untuk menganalisis virus corona atau Covid-19 pada tubuh warga yang diduga terjangkit virus. 

Metode pertama yaitu mengambil sampel swab tenggorokan, lalu diperiksa di laboratorium. Sementara, metode yang kedua menggunakan rapid test. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, metode rapid test ini telah digunakan sejak Jumat (27/3/2020). Rapid test dilakukan di Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. 

“Karena jumlahnya terbatas, jadi tidak semua masyarakat yang bisa dites melalui rapid test,” kata Tjetjep saat dihubungi, Selasa (31/3/2020). 

Menurut Tjetjep, rapid test dilakukan terhadap 16 orang yang tanpa gejala (OTG) dan 15 pasien dalam pemantauan (PDP). Hasil rapid test, dari 16 OTG tersebut, ada 5 orang yang reaktif dan 11 orang yang non-reaktif terhadap Covid-19. Sementara itu, dari 15 PDP, sebanyak 3 pasien reaktif dan 12 pasien non-reaktif terhadap Covid-19. 

“Jadi total reaktif seluruhnya 8 orang dan non-reaktif 23 orang,” kata Tjetjep. Menurut Tjetjep, orang yang dinyatakan reaktif, meskipun tanpa gejala dan tampak sehat, tetap harus dikarantina dan ditempatkan di ruang isolasi. Sebab, diduga ada virus di dalam tubuhnya. 

Sedangkan, untuk yang dinyatakan non-reaktif, tetap harus dikarantina selama 14 hari. “Kemudian dilakukan uji tes kedua pada hari ke 7-10 setelah pengujian rapid tes pertama dilakukan,” kata Tjetjep. 

Sementara itu, Tjetjep mengatakan, dari pengalaman beberapa hari ini, sebagian penggunaan rapid test tidak berjalan optimal. Menurut dia, rapid test tidak dapat memperlihatkan hasil yang akurat jika tes dilakukan pada hari ke 1-8 sejak terperiksa kontak dengan orang yang positif corona sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Tjetjep mengatakan, pada hari ke 8, antibodi baru bekerja melawan virus dan saat itu lah yang paling cocok dilakukan tes kesehatan melalui rapid test tersebut. “Rapid test akan efektif jika masa inkubasi sudah memasuki hari ke 9 dan seterusnya selama masa inkubasi berakhir,” kata Tjetjep. (*)



×
Berita Terbaru Update