Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pasokan Belum Memadai, PDAM Bukittinggi Gagas Sumber Air Baru

Kamis, 27 Februari 2020 | 12:39 WIB Last Updated 2020-02-27T05:39:21Z
Kepala PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi, H. Murdi Tahman

Bukittinggi, fajarharapan.com - Bukittinggi masih kekurangan air untuk pelanggan. Berharap sumber air Batu Palano dan Panorama Baru cepat terealisasi yang dapat membantu kekurangan air pada konsumen.

Hal itu dikatakan Kepala PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi, H. Murdi Tahman kepada fajarharapanr.com di kantornya, Kamis (27/2/2020).

Dijelaskan, untuk kebutuhan masyarakat Bukittinggi masih kurang empat ratus liter per detik. Solusi mengatasi kekurang air bersih masyarakat itu, PDAM menerapkan sistem bergiliran.

"Kalau siang pemakaian air lebih banyak di hotel, kantor, rumah sakit dan fasilitas umum. Pada malam hari air disalurkan  ke perumahan penduduk sehingga dengan cara ini pendistribusi air semua dapat terlayani," jelasnya.
Disebutkan, Bukittinggi masih mengandalkan sumber air dari Sungai Tanang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam dan Embung Tabek Gadang yang dapat menghasilkan empat puluh liter perdetik. Air itu tidak dapat sampai ke Panorama Baru disebabkan letak daerah tersebut terlalu tinggi.

Muhdi Tahman menyebutkan, ada rencana untuk menaikan air Ngarai Panorama Baru sebagai sumber air bersih yang menghasilkan seratus liter perdetik. Sumbar air itu kini sedang dalam pengkajian dari tim perencana, sebab semuanya memakai dana APBN.

Sementara PDAM Bukittinggi diberi hak kelola, aset semuanya milik pemerintah pusat. Artinya karyawan dan listrik ditanggung PDAM Bukittinggi, untuk itu perlu kajian jangan nanti Kontraktor pelaksana lari di tengah jalan.

Sementara untuk sumber air dari Batu Palano Agam, sudah ada kesepakatan dengan masyarakat, niniak mamak, pemuda. Sekarang tinggal kesepakatan Pemko Bukittinggi dengan Bupati Agam. 

"Jika kedua sumber air ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka PDAM mendapat tambahan air dua ratus liter perdetik yang sangat membantu kebutuhan air kota Bukittinggi," tutupnya. (gus)
×
Berita Terbaru Update