Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

HADAPI PILKADA, Internal PKS Tetap Solid Menangkan Kader yang Diusung

Jumat, 28 Februari 2020 | 15:58 WIB Last Updated 2020-02-28T08:58:55Z
H. Rafdinal, SH




Padang, Fajarharapan
Internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini tetap solid dan satu suara apalagi menghadapi Pilkada serentak. Militansi kader dan simpatisan partai ini juga tidak akan terpecah belah, melainkan satu padu untuk memenangkan kader yang diusung.

"Khusus untuk Pilgub, hingga kini PKS belum resmi mengusung calonnya. Benar yang mengapung ada dua nama yaitu Mahyeldi (Walikota Padang) dan Riza Falepi (Walikota Payakumbuh). Siapa yang diusung, masih dalam proses," ujar politisi senior PKS, Rafdinal kepada Singgalang, kemarin di Padang.

Dia mengaku beberapa hari belakangan, dua kandidat dari PKS, baik Mahyeldi maupun Riza Falepi menjadi topik pembicaraan, termasuk di berbagai media cetak dan online.

Mahyeldi disebut-sebut akan berpasangan dengan politisi PPP, Audy Joinaldy dan perpaduan dua parpol ini (PKS dan PPP) sudah bisa mengusung calon. Dalam beberapa kesempatan, sejumlah politisi PKS juga ikut mendampingi Mahyeldi dalam penjajakan koalisi tersebut.

Begitu pula Riza Falepi juga melakukan penjajakan koalisi dan yang mengapung adalah berkoalisi dengan PKB dengan mamasangan Riza Falepi- Febby. Bahkan dalam penjajakan koalisi ini, Gubernur Irwan Prayitno yang juga dedengkot PKS ikut mendampingi Riza bertemu dan silaturahim dengan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

"Adanya beberapa tokoh PKS yang ikut mendampingi Mahyeldi maupun Riza Falepi dalam rangka membangun koalisi adalah wajar. Apalagi PKS tidak bisa mengusung sendiri dan harus berkoalisi. Berkoalisi dengan PPP atau PKB, maka bisa mengusung pasangan calon,"terang Rafdinal yang sudah manggung di DPRD Sumbar sejak 2004 hingga sekarang.

Dia menegaskan, DPW PKS Sumbar mempersilakan kadernya untuk mendampingi kedua kandidat PKS untuk melakukan penjajakan koalisi dengan parpol lain. Yang jelas, sikap resmi  DPW PKS Sumbar belum ada dan dalam menentukan itu, banyak parameter yang diukur, termasuk hasil survei.

"Prinsipnya kepada kedua kandidat berpacu dalam membangun koalisi dengan parpol dan DPP PKS nanti akan merekomendasikan kepada figur yang lebih baik. Dua-duanya adalah kader terbaik PKS dan nanti dipilih satu, dengan pertimbangan matang DPP PKS," sebutnya. (***)

×
Berita Terbaru Update